Survei PPI: Anies Tempel Prabowo, AHY Ungguli Gibran di Bursa Capres

anies-ahay

MAKLUMAT –Anies Baswedan membayangi Prabowo Subianto dalam survei elektabilitas calon presiden versi Parameter Politik Indonesia (PPI), Minggu (18/10/20260. Dalam simulasi lima nama, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mengungguli Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meski selisih elektabilitas keduanya relatif tipis.

Hasil survei tersebut menempatkan Prabowo di posisi teratas dengan elektabilitas 40,5 persen, disusul Anies sebesar 17,7 persen. AHY berada di urutan ketiga dengan 14 persen, sedangkan Gibran memperoleh 12,2 persen. Adapun Gubernur Jakarta Pramono Anung meraih 3,9 persen, sementara 11,7 persen responden belum menentukan pilihan.

Angka tersebut memperlihatkan persaingan di antara tokoh-tokoh yang masuk dalam simulasi capres. Namun, hasil ini merupakan potret preferensi responden saat survei dilakukan, bukan kepastian mengenai kandidat yang akan maju atau hasil Pemilihan Presiden 2029.

AHY Ungguli Gibran dalam Simulasi Lima Nama

Posisi AHY yang berada di atas Gibran menjadi salah satu temuan dalam simulasi lima nama tersebut. Ketua Umum Partai Demokrat itu meraih 14 persen, unggul 1,8 poin persentase dari Gibran yang memperoleh 12,2 persen.

Sementara itu, Anies menempati posisi kedua dengan selisih cukup jauh dari Prabowo. Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencapai 17,7 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 40,5 persen

Baca Juga  3 TNI Gugur di Lebanon Dimakamkan, RI Desak Evaluasi UNIFIL

Dalam simulasi tiga nama, PPI mencatat elektabilitas Prabowo sebesar 41,5 persen. Anies berada di urutan kedua dengan 21,8 persen, disusul Pramono sebesar 6,7 persen. Sebanyak 30,1 persen responden dalam simulasi tersebut belum menentukan pilihan.

Perbedaan angka antara simulasi tiga dan lima nama menunjukkan bahwa hasil elektabilitas dapat berubah sesuai dengan komposisi kandidat yang ditawarkan kepada responden.

Prabowo Tetap Teratas dalam Simulasi 17 Nama

PPI juga menguji elektabilitas 17 tokoh yang dinilai berpotensi maju sebagai calon presiden. Simulasi ini mencakup ketua umum partai politik dan sejumlah tokoh lain, termasuk dari partai nonparlemen.

Dalam simulasi tersebut, Prabowo memperoleh 34 persen, sedangkan Anies meraih 19,4 persen. AHY menempati posisi ketiga dengan 11,1 persen, diikuti Gibran dengan 10,9 persen.

Tokoh lainnya memperoleh angka lebih rendah. Muhaimin Iskandar meraih 3 persen, Yusril Ihza Mahendra 1,7 persen, Pramono Anung 1,6 persen, dan Puan Maharani 1,4 persen. Kaesang Pangarep memperoleh 1,3 persen, sementara Surya Paloh meraih 1,1 persen.

Selanjutnya, Zulkifli Hasan memperoleh 0,8 persen, Bahlil Lahadalia 0,6 persen, Muhammad Mardiono 0,5 persen, Said Iqbal dan Al Muzzammil Yusuf masing-masing 0,4 persen, Anis Matta 0,3 persen, serta Angela Tanoesoedibjo 0,2 persen. Sebanyak 11,3 persen responden belum menentukan pilihan.

Baca Juga  Pegawai Kementerian Komdigi Diduga Terlibat Judi Online, Meutya Hafid Buka Suara

Survei Terbuka Tempatkan Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

PPI juga melakukan simulasi elektabilitas presiden secara terbuka, yakni dengan memberikan ruang kepada responden untuk menyebut nama tokoh pilihan mereka.

Dalam simulasi ini, Prabowo tetap berada di posisi pertama dengan 31,6 persen. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi kedua dengan 11,4 persen, disusul Anies Baswedan dengan 10,1 persen.

Gibran memperoleh 6,9 persen, Ganjar Pranowo 4,4 persen, dan AHY 2,3 persen. Mahfud MD meraih 1,7 persen, sedangkan Sherly Tjoanda memperoleh 1,1 persen.

Tokoh lainnya mendapatkan elektabilitas di bawah satu persen, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa dan Basuki Tjahaja Purnama yang masing-masing meraih 0,8 persen. Sementara itu, 25,5 persen responden menyatakan tidak tahu atau belum memberikan pilihan.

Perbedaan hasil simulasi terbuka dengan simulasi yang menyodorkan daftar nama memperlihatkan pentingnya metode pertanyaan dalam membaca elektabilitas. Karena itu, angka dari setiap kategori tidak dapat dibandingkan begitu saja tanpa memperhatikan cara survei dilakukan.

PPI Singgung Putusan MK soal Presidential Threshold

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menjelaskan bahwa simulasi 17 nama dibangun dengan mempertimbangkan tokoh yang berpotensi diusung partai politik, termasuk partai nonparlemen.

Baca Juga  Waketum PAN Apresiasi Langkah Didit Silaturahmi ke Tiga Mantan Presiden RI: Kontestasi Sudah Berlalu

“Asumsi ini kita bangun tentu berdasarkan dari putusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu bahwa tidak ada yang terkait dengan presidential threshold,” kata Adi dalam paparan survei secara daring dikutip, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan tersebut mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi mengenai ketentuan ambang batas pencalonan presiden. Meski demikian, peluang pencalonan setiap tokoh tetap bergantung pada perkembangan aturan, proses politik, serta keputusan partai dan kandidat menjelang Pemilu 2029.

Informasi yang disampaikan dalam laporan survei menyebutkan bahwa kerangka sampling menggunakan data kelurahan dan jumlah pemilih pada 2024 yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Namun, laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini tidak mencantumkan secara lengkap jumlah responden, periode pengumpulan data, metode pemilihan responden, dan margin of error. Informasi tersebut diperlukan untuk menilai tingkat ketelitian serta keterwakilan hasil survei.

Dengan demikian, temuan PPI menunjukkan Prabowo masih memimpin dalam seluruh simulasi yang dipaparkan. Anies menjadi salah satu pesaing terdekatnya, sementara persaingan AHY dan Gibran menjadi sorotan dalam simulasi lima nama menuju bursa Pilpres 2029.