Amran Jamin Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino Ekstrem, Ini Strategi Pemerintah

beras

MAKLUMAT – Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga, meski ancaman El Nino ekstrem atau yang disebut “Godzilla” mulai membayangi Indonesia pada 2026. Ini karena stok beras nasional berada dalam kondisi aman dengan cadangan mencapai 4,6 juta ton per 7 April 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10–11 bulan ke depan.

“ Cadangan kita aman. Sementara El Nino diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Jadi secara hitungan, kita masih dalam kondisi terkendali,” tegas Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Di tengah tekanan global, lanjut dia, pemerintah membaca situasi tidak bisa dianggap remeh. Data FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) menunjukkan sekitar 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan. Konflik geopolitik di Timur Tengah bahkan berpotensi memperburuk krisis pangan global dan mengganggu rantai pasok komoditas penting.

Menurutnya, fenomena ini turut mendorong aktor besar, termasuk konglomerat global, mulai mengakumulasi lahan pertanian dan membangun ekosistem pangan berbasis teknologi. Sektor pertanian pun diproyeksikan menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp144,6 Triliun untuk Ketahanan Pangan Tahun Ini

Di dalam negeri, terang Amran, ancaman utama datang dari perubahan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 mulai terjadi sejak April dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan mencapai puncaknya pada Agustus.

“ Kita instruksikan seluruh kepala daerah untuk segera memetakan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini,” tandasnya.

Ia mengungkapkan pemerintah mempercepat berbagai langkah mitigasi seperti optimalisasi irigasi, rehabilitasi embung, pembangunan sumur dangkal dan dalam, serta pemanfaatan pompanisasi.  Pemerintah juga mendorong percepatan masa tanam dengan varietas tahan kekeringan serta pengaturan pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Dari sisi dukungan alat, Kementerian Pertanian telah menyiagakan sekitar 171 ribu unit alat dan mesin pertanian pada periode 2024–2025. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan distribusi tambahan 37 ribu unit serta pembangunan 94 ribu unit infrastruktur air.

“ Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah yang berfokus pada empat pilar utama: swasembada pangan, program makan bergizi, ketahanan energi berbasis biofuel, serta hilirisasi sektor pertanian,” jelas Amran.