
MAKLUMAT – PT ASDP Indonesia Ferry mencatat jumlah penumpang angkutan lebaran 2025 mengalami fluktuasi dari tahun sebelumnya. Terutama untuk jalur penyeberangan Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung) maupun sebaliknya.
Berdasarkan data dari perusahaan penyeberangan BUMN ini, realisasi penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 57.801 atau turun 4,8 persen dari tahun lalu (Y-o-Y). Sementara kendaraan yang menyeberang mencapai 14.866 unit, turun 5 persen dari 15.653 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejak H-10 hingga H+1 Lebaran, total penumpang yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 511.267 orang, atau naik 1,4 persen (Y-o-Y). Sementara itu, total kendaraan tercatat 106.215 unit, atau turun 3,5 persen (Y-o-Y).
Akibat Kebijakan WFA
Sementara Posko Merak, yang mencakup Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara, mencatat 39 kapal beroperasi pada H+1. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 37.202 orang, atau naik 11,6 persen (Y-oY). Kendaraan roda dua naik 27,7 persen menjadi 3.220 unit, sedangkan kendaraan roda empat naik 6,5 persen menjadi 4.967 unit.
Sejak H-10 hingga H+1, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 979.027 orang, naik 3,5 persen (Y-oY). Total kendaraan mencapai 248.303 unit, naik 0,4 persen.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, menyebut tren pergerakan arus balik tahun ini lebih merata dari tahun sebelumnya. Ia menilai kebijakan work from anywhere (WFA) memberi dampak positif pada pergerakan arus mudik maupun balik.
Jamin Ketersediaan Kapal
“Dampak positif dari kebijakan WFA terlihat dari berkurangnya kepadatan di hari-hari tertentu. Trafik di pelabuhan lebih lancar dan terkendali,” katanya, Kamis (3/4/2025).
Pada kesempatan ini Shelvy juga mencatat arus balik dari Ketapang (Banyuwangi) ke Gilimanuk (Bali) pada H+1 naik signifikan. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang 37.943 orang, atau naik 24,3 persen (Y-o-Y). Total kendaraan yang menyeberang juga naik 24,7 persen menjadi 10.467 unit.
Shelvy menegaskan ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran layanan. “Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar,” katanya.