Antisipasi Campak, 230 Tenaga Kesehatan RSD Kalisat Jember Ikuti Imunisasi MR

Imunisasi MR

MAKLUMAT – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Kabupaten Jember, menggelar imunisasi campak-rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan sejak 8 Mei 2026. Program itu merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat perlindungan tenaga kesehatan dari risiko penularan penyakit menular di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan di Aula RSD Kalisat tersebut diikuti sekitar 230 tenaga medis dan tenaga kesehatan. Terutama petugas yang berinteraksi langsung dengan pasien. Pelaksanaan imunisasi dimulai pukul 08.00 WIB.

Direktur RSD Kalisat dr. Nurullah Hidajahningtyas mengatakan, imunisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi tenaga kesehatan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit.

“Tenaga kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular karena intensitas kontak dengan pasien cukup tinggi,” ujarnya, Senin (11 Mei 2026).

Pelaksanaan program mengacu pada surat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember Nomor 400.7.7.2/8235/35.09.311/2026 tertanggal 24 April 2026 tentang pemberitahuan imunisasi campak-rubella bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta peserta internship dokter umum dan dokter gigi di rumah sakit daerah.

Kementerian Kesehatan mulai menjalankan program imunisasi MR bagi tenaga kesehatan secara serentak sejak 10 April 2026. Program tersebut dilaksanakan di 14 provinsi dengan jumlah kasus campak tertinggi.

Baca Juga  Jember Jadi Percontohan Program Makan Bergizi Gratis, Cakupan Tembus 800 Ribu Penerima

Secara nasional, sasaran program mencakup 39.212 tenaga medis, 224.150 tenaga kesehatan, serta 28.321 peserta internship dokter umum dan dokter gigi. Vaksin diberikan melalui suntikan subkutan dosis 0,5 mililiter dengan penyesuaian berdasarkan riwayat imunisasi masing-masing peserta.

Imunisasi MR Beri Rasa Aman

Salah seorang perawat peserta imunisasi, Nur Aini, mengatakan bahwa program tersebut memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan yang setiap hari bertugas di lingkungan rumah sakit. “Kami berhadapan langsung dengan pasien setiap hari, sehingga perlindungan seperti ini penting agar tenaga kesehatan tetap aman saat bekerja,” katanya.

Manajemen RSD Kalisat menilai imunisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan layanan kesehatan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan potensi penyebaran penyakit menular. Dengan perlindungan terhadap petugas medis, risiko gangguan pelayanan akibat penularan penyakit di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat ditekan. (*)