Apriandhika Zhafran, Murid SMAMIO Gresik Raih Silver Medal di Olimpiade Matematika Internasional

Murid SMAMIO GKB Gresik, Apriandhika Zhafran Yudianto, yang berhasil meraih silver medal dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad. (Foto: Dok. SMAMIO)

MAKLUMAT — Apriandhika Zhafran Yudianto, murid kelas XI-3 SMA Muhammadiyah 10 (SMAMIO) GKB Gresik, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.

Sosok yang akrab disapa Dhika itu sukses meraih medali perak (silver medal) dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) yang diselenggarakan pada Februari 2026 lalu.

Sebelum melaju ke tingkat internasional, Dhika berhasil meraih medali emas pada fase penyisihan atau Heat Round Indonesia, yang juga menjadi babak awal menuju TIMO. Berkat capaian tersebut, ia berhak “berlaga” di Final Round yang digelar di Bangkok, Thailand.

Dalam Final Round yang mempertemukan ribuan peserta terbaik dari berbagai negara, Dhika kembali menunjukkan kemampuan matematika yang unggul, sehingga mengantarkannya sukses meraih International Silver Medal. Selain dari Indonesia dan Thailand, para peserta tercatat berasal dari negara-negara seperti Australia, Bangladesh, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, Hong Kong, India, Malaysia, Morocco, Myanmar, New Zealand, Philippines, Sri Lanka, Singapore, Taiwan, Uzbekistan, hingga Vietnam.

Dhika mengungkapkan bahwa capaian tersebut tak lepas dari kerja keras dan kerja sama yang baik antara murid, guru, dan orang tua. Ia juga menyebut bahwa konsistensi dan manajemen waktu menjadi kunci utama dalam keberhasilannya menembus kompetisi matematika tingkat internasional itu.

Baca Juga  Kiprah dan Sosok Pipit Festi Wiliyanarti, Profesor Keperawatan Komunitas di UM Surabaya

“Konsisten latihan soal, terutama soal-soal olimpiade baik secara mandiri maupun dengan pembimbing. Dengan sering berlatih akan memberikan kemudahan dalam menghadapi berbagai tipe soal dan tidak gampang panik,” ujarnya.

Prestasi yang berhasil ia torehkan, diharapkan dapat memacu dan memotivasi para pelajar lain. Ia berpesan agar para pelajar tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar. Menurutnya, kesalahan dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk terus berkembang.

“Kesalahan itu wajar dan justru jadi bahan belajar. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa dan yakin dengan kemampuan diri sendiri,” tandas Dhika.

Sementara itu, Kepala SMAMIO GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi membanggakan yang diraih anak didiknya tersebut. Prestasi yang diraih Dhika, kata dia, menjadi kebanggaan bagi sekolah, keluarga, hingga seluruh sivitas akademika.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan anak didiknya itu, termasuk pihak pembina yang telah membimbing dan mendampingi Dhika.

“Keberhasilan ini tak lepas dari doa, dukungan, dan dampingan orang tua dan guru pembina yang telah membimbing dengan penuh dedikasi,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga  Siapa Maneger Nasution dan Fikri Yasin? Fokal IMM yang Ditetapkan Jadi Anggota Ombudsman

“Terima kasih atas dedikasi, ketekunan, dan komitmen tinggi hingga mampu mengantarkan siswa hingga ke prestasi level internasional,” sambung Ulyatun.