MAKLUMAT — Banjir dahsyat dan tanah longsor melanda perbatasan Nepal-Tibet, Rabu (26/8/2026) pagi waktu setempat, menewaskan sedikitnya 157 orang. Ratusan lainnya termasuk wisatawan dari berbagai negara masih dinyatakan hilang, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.
Markas Besar Kepolisian Nepal menyebut jenazah paling banyak ditemukan di Chitwan sebanyak 64 orang, disusul Dhading 27, Nawalpur 22, Gorkha 19, Nuwakot 13, Tanahun 9, dan Rasuwa 3.
Petugas masih menyisir sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 3.318 personel kepolisian dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
28 Polisi Masih Hilang
Menurut laporan media Nepal, selain korban jiwa, sedikitnya 28 petugas polisi masih belum diketahui keberadaannya setelah sejumlah pos mereka tersapu banjir.
Pos yang terdampak antara lain berada di Timure, Rasuwagadhi, dan Mailung.
Sementara itu, 41 orang yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk TU Teaching Hospital, Trauma Center, Rumah Sakit Trishuli, dan Rumah Sakit Bir.
Banjir Rusak Infrastruktur Listrik Nepal
Bencana juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur energi Nepal.
Banjir di Sungai Bhote Koshi berdampak pada sekitar 10 persen kapasitas pembangkit listrik Nepal.
Menteri Energi, Sumber Daya Air, dan Irigasi Nepal, Biraj Bhakta Shrestha, mengatakan Otoritas Listrik Nepal (NEA) kini memprioritaskan pengelolaan pasokan dan permintaan listrik untuk menjaga keseimbangan sistem.
Menurut Shrestha, jaringan listrik sejauh ini masih dapat dipertahankan. Namun, kerusakan pada pembangkit, transmisi, dan distribusi menjadi tantangan besar untuk pemulihan.
Laporan awal mencatat 12 pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas gabungan 431 MW terpaksa dimatikan dan diputus dari jaringan listrik nasional.
Selain itu, 15 proyek PLTA yang masih dalam tahap konstruksi dengan total kapasitas 470 MW mengalami kerusakan fisik.
Gardu Induk 220 kV Hancur
Kerusakan juga terjadi pada jaringan transmisi.
Gardu Induk Trishuli 220 kV 3B Hub dilaporkan hancur total. Sejumlah jalur transmisi dan menara bertegangan 220 kV, 132 kV, dan 66 kV juga mengalami kerusakan.
Pasokan listrik masih terputus total di seluruh Distrik Rasuwa. Pemadaman sebagian juga terjadi di sejumlah wilayah Nuwakot, Dhading, dan Gorkha.
NEA telah mengerahkan lebih dari 15 kendaraan, tim teknis, dan tim penyelamat khusus ke wilayah terdampak.
Upaya pemulihan dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait. Tim berupaya memulihkan aliran listrik melalui jalur alternatif sekaligus memperbaiki infrastruktur yang rusak.
196 Pekerja Proyek Belum Bisa Dihubungi
Menteri Shrestha mengatakan laporan awal juga mencatat lebih dari 196 pekerja dan staf proyek yang berada di berbagai lokasi belum dapat dihubungi.
Pemerintah memprioritaskan keselamatan warga, pencarian dan penyelamatan korban, serta pemulihan layanan listrik vital.
Penilaian teknis terhadap kerusakan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mengetahui dampak bencana secara keseluruhan.
Penyebab Bencana Masih Diselidiki
Tanah longsor besar dan banjir bandang terjadi di wilayah perbatasan Nepal-Tibet. Material longsoran dilaporkan menerjang bangunan, jalan, kendaraan, serta sejumlah fasilitas di wilayah Nepal utara.
Sebelumnya, sejumlah laporan awal menyebut gempa bumi di kawasan perbatasan Nepal-Tibet diduga berkaitan dengan terjadinya longsor.
Namun, analisis terbaru Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan tidak terjadi gempa bumi yang dapat dikaitkan dengan peristiwa tersebut.
Karena itu, penyebab pasti tanah longsor masih diteliti.
Para ilmuwan menduga curah hujan atau pencairan es dapat berperan dalam membuat tanah maupun material es menjadi tidak stabil. Namun, sejauh ini belum ada kesimpulan mengenai penyebab utama bencana.
Pengaruh perubahan iklim terhadap pencairan gletser di kawasan Hindu Kush Himalaya juga menjadi salah satu hal yang diteliti. Para ilmuwan menilai masih terlalu dini untuk memastikan kaitannya dengan peristiwa tersebut.
Peneliti kini menggunakan citra satelit dan data curah hujan untuk merekonstruksi rangkaian kejadian. Mereka juga meneliti kemungkinan terbentuknya atau jebolnya danau glasial serta penyumbatan aliran sungai akibat longsoran.
Sungai Bhote Koshi hingga Narayani Meluap
Banjir parah dilaporkan terjadi di sepanjang Sungai Bhote Koshi, Trishuli, dan Narayani.
Rekaman video memperlihatkan material lumpur dan batu bergerak deras menerjang bangunan, jalan, dan kendaraan di wilayah Nuwakot.
Video lainnya menunjukkan aliran air dan lumpur dalam jumlah besar bergerak melalui jurang di sepanjang Sungai Trishuli hingga menerjang pos pemeriksaan perbatasan Rasuvagadhi.
Wilayah terdampak berada sekitar 64 kilometer di utara Kathmandu dan mencakup kawasan yang menjadi tujuan wisata pendaki gunung serta peziarah.
Kondisi di lapangan masih terus dipantau karena jumlah korban tewas dan hilang dapat berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian.
Ratusan Warga Asing Dilaporkan Hilang
Bencana tersebut juga berdampak pada wisatawan asing yang berada di kawasan Nepal utara.
Menurut data yang disampaikan dalam laporan BBC, 403 orang diperkirakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing. Data terkait jumlah warga asing yang hilang masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pencarian.
Sejumlah negara seperti dilansir BBC telah melaporkan warganya yang belum ditemukan, di antaranya:
India: 142 orang
Ukraina: 53 orang
Amerika Serikat: 54 orang
Inggris: 33 orang
Kanada: 24 orang
Malaysia: 17 orang
Sejumlah warga negara dari Korea Selatan, Afrika Selatan, Portugal, Australia, dan Belanda juga dilaporkan termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan.
Pemerintah Nepal bersama aparat keamanan dan tim penyelamat terus melakukan pencarian di wilayah terdampak.***














