Belgia Desak Israel Buka Jalur Kemanusiaan Gaza, Bantuan Tak Boleh Dipolitisasi

Belgia Desak Israel Buka Jalur Kemanusiaan Gaza, Bantuan Tak Boleh Dipolitisasi

MAKLUMAT Pemerintah Belgia mendesak Israel agar segera melonggarkan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina, khususnya Gaza. Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menegaskan penyaluran bantuan harus berlangsung tanpa syarat dan tidak boleh dijadikan alat politik.

Prevot mengkritik rencana Israel yang berupaya membatasi pergerakan organisasi nonpemerintah internasional di Gaza. Ia merujuk pada putusan Mahkamah Internasional yang menegaskan kewajiban Israel, berdasarkan hukum humaniter internasional, untuk menjamin bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga sipil tanpa hambatan.

“Pelaku kemanusiaan profesional seperti UNRWA dan organisasi nonpemerintah internasional yang didanai Belgia bekerja dengan standar tertinggi transparansi, imparsialitas, dan independensi,” ujar Prevot melalui platform X, Kamis (1/1/2026), seperti dikutip Anadolu.

Ia mendesak Pemerintah Israel bekerja sama dengan seluruh aktor kemanusiaan secara itikad baik, menggunakan kriteria yang jelas dan bebas politisasi, demi memaksimalkan distribusi bantuan bagi warga Palestina. Prevot juga meminta Israel mencabut pembatasan akses kemanusiaan dan menghormati rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.

Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak Oktober, Israel dilaporkan masih menutup sebagian besar jalur penyeberangan Gaza. Penutupan ini menghambat masuknya hunian sementara dan material rekonstruksi, sekaligus memperparah krisis kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk.

Pejabat Palestina mencatat sedikitnya 414 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, menandakan situasi kemanusiaan masih berada dalam kondisi genting.

Baca Juga  ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant
*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *