“Pelaku kemanusiaan profesional seperti UNRWA dan organisasi nonpemerintah internasional yang didanai Belgia bekerja dengan standar tertinggi transparansi, imparsialitas, dan independensi,” ujar Prevot melalui platform X, Kamis (1/1/2026), seperti dikutip Anadolu.
Ia mendesak Pemerintah Israel bekerja sama dengan seluruh aktor kemanusiaan secara itikad baik, menggunakan kriteria yang jelas dan bebas politisasi, demi memaksimalkan distribusi bantuan bagi warga Palestina. Prevot juga meminta Israel mencabut pembatasan akses kemanusiaan dan menghormati rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak Oktober, Israel dilaporkan masih menutup sebagian besar jalur penyeberangan Gaza. Penutupan ini menghambat masuknya hunian sementara dan material rekonstruksi, sekaligus memperparah krisis kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk.
Pejabat Palestina mencatat sedikitnya 414 warga Gaza tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, menandakan situasi kemanusiaan masih berada dalam kondisi genting.