MAKLUMAT – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat pencegahan penularan campak dengan meningkatkan edukasi masyarakat, deteksi dini gejala, dan cakupan imunisasi campak-rubela (MR). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus dan potensi kejadian luar biasa (KLB) campak.
Upaya tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/20645/436.7.2 Tahun 2026 tentang Penguatan Edukasi Masyarakat dan Kewaspadaan terhadap Penularan Campak serta Potensi KLB di Kota Surabaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, tetapi bisa dicegah melalui imunisasi dan penerapan langkah pencegahan yang tepat.
“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku pencegahan yang tepat,” kata Billy dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).
Menurut Billy, penerbitan surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut atas kebijakan Gubernur Jawa Timur terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus dan potensi KLB campak di provinsi tersebut.
Pemkot Surabaya mengoptimalkan edukasi melalui perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, media sosial resmi pemerintah, serta kegiatan kemasyarakatan. Penyebaran informasi juga melibatkan Posyandu, PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH).
Edukasi tersebut mencakup gejala, cara penularan, dan pencegahan campak. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam disertai ruam kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak.
“Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak,” jelasnya.
Selain deteksi dini, Pemkot Surabaya mendorong orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi MR secara lengkap sesuai usia. Pemerintah juga memperkuat pelaksanaan imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi dosis, serta imunisasi tambahan sesuai kebijakan dan hasil kajian epidemiologi.
Billy berharap keterlibatan keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan imunisasi.
“Melalui penguatan edukasi, dukungan masyarakat, dan optimalisasi layanan imunisasi, Pemkot Surabaya berharap upaya pencegahan campak dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.
Pemkot Surabaya mengajak masyarakat menerapkan prinsip cegah, kenali, dan segera periksa untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan dari risiko penularan campak.













