MAKLUMAT — Cuitan lama Presiden Prabowo Subianto kembali viral di media sosial. Unggahan tersebut mencuat setelah pegiat antikorupsi Emerson Yuntho mengunggah ulang pernyataan lama itu. Dalam cuitan tertanggal 9 Oktober 2012, Prabowo menyoroti eksploitasi sumber daya alam Indonesia.
“Sebagian kekayaan alam kita, kekayaan bumi Indonesia, diangkut oleh kapal-kapal besar, untuk memperkaya bangsa asing,” tulis Prabowo saat itu, jauh sebelum menjabat Presiden.
Unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah Prabowo secara terbuka mengundang pengusaha Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia.
“Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik,” tegasnya di hadapan pelaku usaha AS.
Prabowo memaparkan potensi besar Indonesia, terutama pada sektor mineral kritis seperti nikel, tembaga, bauksit, hingga cadangan tanah jarang. Ia menyebut kekuatan tersebut menjadi modal strategis di tengah kompetisi global.
Pemerintah, lanjut dia, tidak lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Ia mendorong percepatan hilirisasi industri agar sumber daya alam memberi nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga tersebut menyiapkan 18 proyek hilirisasi tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun atau sekitar USD 3 miliar.
Prabowo juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan stabilitas sebagai fondasi utama iklim investasi.
“Tidak ada yang mau investasi di situasi yang penuh ketidakpastian atau kekacauan,” tandasnya.
Namun, kemunculan kembali cuitan lama itu memantik reaksi beragam dari warganet. Sejumlah akun mempertanyakan konsistensi antara sikap Prabowo di masa lalu dan kebijakan investasinya saat ini.
Akun @aquariusstar078 menulis,
“Dulu bilang kekayaan kita diangkut kapal asing. Sekarang justru undang mereka datang lagi. Bedanya apa, Pak?”
Akun @Rendy20967590 berkomentar singkat,
“Hehe… 2012 vs 2026. Rakyat cuma bisa screenshot.”
Sementara akun @sunsunana92 menyentil lebih keras,
“Ini akun masih aktif kan, Pak? Tolong dibaca lagi cuitan sendiri. Jangan sampai rakyat lebih ingat daripada yang menulis.”
Akun lain, @langitnusantara, mencoba melihat dari sisi berbeda,
“Kalau investasinya untuk hilirisasi dan nilai tambah di dalam negeri, itu beda cerita. Yang penting jangan jual mentah lagi.”
Sedangkan @suaraakarrumput menulis,
“Kami tidak anti investasi asing. Tapi jangan sampai kebijakan sekarang bertolak belakang dengan semangat kedaulatan yang dulu sering disuarakan.”
Perdebatan pun berkembang. Sebagian mempertanyakan konsistensi sikap politik Prabowo, sementara lainnya menilai kebijakan membuka investasi asing sebagai langkah realistis dalam konteks ekonomi global.
Kini, publik menunggu bagaimana pemerintah memastikan investasi asing benar-benar memperkuat kedaulatan ekonomi, bukan sekadar mengulang kekhawatiran yang pernah disuarakan dalam cuitan lama tersebut.***













