Dekan Fisipol UMY Soroti Hubungan Indonesia-AS Pasca Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

MAKLUMAT — Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Ridho Al-Hamdi menyoroti posisi Pemerintah Indonesia dalam kancah global setelah gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi catatan kritis bagi pemerintah, terutama dalam aspek hubungan dan kerja sama dengan AS. Indonesia atas nama pemerintah selama ini telah menjadi part of business AS, tapi pada kenyataannya ada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

“Sehingga ini menjadi momentum tepat bagi Indonesia untuk mengambil sikap berdaulat dan memberikan catatan serius kepada Amerika,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Rabu (1/4/2026).

Sebelumnya, ketiga prajurit TNI yang telah gugur itu tergabung dalam pasukan pemelihara perdamaian (peacekeepers) Indonesia di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Pemerintah Indonesia telah secara resmi menyebut bahwa peristiwa ini berakar dari serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon dan menargetkan wilayah tersebut.

Israel sendiri selama ini telah menjalin hubungan strategis yang erat dengan AS dalam berbagai bidang. AS juga secara konsisten menjadi salah satu sekutu utama Israel di panggung global serta memberikan dukungan diplomatik dan bantuan militer.

Baca Juga  Sempat Dikira Paspampres, Pelaku Penganiayaan Ojol Ternyata Oknum TNI

“Pemerintah bisa mengambil momentum ini menjadi langkah yang tepat untuk meninjau ulang bagaimana peran di Board of Peace (BOP) ini harus segera dievaluasi,” lanjut Ridho.

Ia lalu mendorong agar Indonesia di kancah global untuk mengusut tuntas peristiwa di balik gugurnya tiga prajurit TNI ini. Indonesia harus memiliki taring yang nyaring bersuara dan jangan sampai terkesan hanya diam saja.

Ridho mengingatkan bahwa peristiwa ini telah menjadi luka kolektif bagi bangsa Indonesia. “Karena satu nyawa gugur, maka seluruh rakyat Indonesia yang merasakan kepedihannya,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut serta berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Warga Muhammadiyah turut berduka cita terhadap gugurnya tiga WNI yang merupakan anggota TNI di Lebanon. Semoga keluarga yang ditinggalkan itu diberikan kesabaran, diberikan ketabahan, dan semua almarhum diberikan ketenangan di sisi-Nya,” pungkasnya.