Delapan Besar Piala Dunia 2026, Siapa Bakal Ukir Sejarah?

Bracket babak 8 besar Piala Dunia 2026 yang akan segera dimulai dini hari nanti WIB. (Ilustrasi: Ubay NA)

MAKLUMAT — Hajat akbar sepak bola Piala Dunia 2026 telah memasuki babak perempat final alias delapan besar, yang diprediksi bakal meyajikan laga-laga sengit demi meraih tiket kelolosan ke fase semifinal.

Delapan tim yang bakal bertarung untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal yakni Prancis yang akan ditantang Maroko, Spanyol yang akan bersaing dengan Belgia, Norwegia yang berhadapan dengan Inggris, serta Argentina yang bakal melawan Swiss.

Prancis vs Maroko: Skuad Mewah dan Aroma Balas Dendam

Empat partai sengit yang terjadi oleh delapan negara bakal dimulai esok Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 dini hari WIB, yang akan menyajikan duel Prancis kontra Maroko. Laga ini sekaligus menjadi ulangan partai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar yang mempertemukan keduanya. Kala itu, Maroko yang tampil impresif dan mengejutkan sepanjang turnamen dengan menjungkalkan tim-tim kuat Eropa, harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor akhir 2-0.

Aroma balas dendam langsung tercium begitu bagan fase knock-out mempertemukan keduanya, usai Maroko menjungkalkan Kanada 0-3 dan Prancis memungkasi “partai keras” melawan Paraguay dengan kemenangan 0-1.

Skuad Prancis datang ke Piala Dunia 2026 sebagai tim yang dianggap memiliki kualitas paling komplet, terutama di sektor penyerangan, di mana tim besutan Didier Deschamps ini dinilai memiliki komposisi paling mewah. Mulai nama Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Desire Doue, Bradley Barcola, Michael Olise, hingga Rayan Cherki. Prancis juga menjadi tim paling produktif selama gelaran ini, bersama Argentina yang sama-sama telah mencetak 14 gol.

Tak cuma itu, Prancis merupakan tim yang terbilang stabil dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, di mana pada edisi 2018 mereka keluar sebagai juara, edisi 2022 kembali berhasil melenggang ke final meski harus puas menjadi runner-up, dan pada edisi 2026 kali ini Kylian Mbappe dkk mampu tampil impresif dan konsisten melaju mulus hingga ke fase delapan besar yang akan berjumpa Maroko.

Kendati demikian, Maroko agaknya sama sekali tak gentar. Status Al Maghribi di Piala Dunia 2026 kali ini sudah bukan lagi kuda hitam atau underdog seperti pada edisi 2022 yang mengejutkan. Sepanjang kualifikasi, laga persahabatan atau uji coba, hingga turnamen Piala Afrika 2025 sangat impresif dan konsisten. Tren positif tersebut berlanjut hingga putaran final Piala Dunia 2026, di mana mereka mampu melangkah mulus sampai fase 8 besar dan akan bersua Prancis.

Baca Juga  TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, DPR Dorong Perluas Siaran hingga ke Pelosok Daerah

Di babak grup, Maroko mampu merepotkan juara dunia lima kali Brasil dan menahan imbang dengan skor 1-1. Achraf Hakimi dkk tak terkalahkan di fase grup, meski harus puas bertengger sebagai runner-up grup karena kalah produktivitas gol. Di babak 32 besar, tim berjuluk Singa Atlas memulangkan Belanda melalui babak adu penalti, serta menang meyakinkan atas tuan rumah Kanada dengan skor 0-3 di babak 16 besar.

Apakah Maroko mampu membalas dendam atas kekalahan di Piala Dunia 2022 silam dan kembali melaju ke semifinal secara beruntun? Atau justru Prancis yang masih terlalu digdaya dan berhasil menembus semifinal untuk ketiga kalinya secara berturut-turut di tiga edisi Piala Dunia terakhir?

Spanyol vs Belgia: Duel Kreatif Lini Tengah

Generasi muda Spanyol yang sempat dikejutkan usai ditahan imbang tim debutan Tanjung Verde di partai pembuka grup, mampu bangkit dan tampil meyakinkan hingga lolos ke babak delapan besar.

Dimotori peraih Ballon d’Or 2024, Rodri, di lini tengah bersama bintang muda Barcelona, Pedri, Spanyol mampu memulangkan skuad bertabur bintang Portugal di babak 16 besar dengan skor tipis 0-1. Kemenangan atas Cristiano Ronaldo dkk itu menunjukkan skuad asuhan Luis de la Fuente yang semakin matang dan bermental kuat.

Di sisi lain, Belgia yang sempat terseok-seok di babak grup dengan meraih dua hasil seri di dua laga awal, melawan Mesir dan Iran, juga mampu bangkit dengan menumbangkan tim kuat asal Afrika, Senegal, di babak 32 besar dengan skor tipis 3-2 melalui comeback sensasional setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu. Di babak 16 besar, Belgia memungkasi perjuangan tuan rumah Amerika Serikat (AS) dengan skor telah 1-4.

Pertemuan dua kekuatan Eropa yang sama-sama pernah menduduki peringkat satu dunia FIFA ini diyakini bakal menyajikan atmosfer laga yang atraktif. Mengingat kreativitas lini tengah Spanyol lewat Pedri akan bersaing dengan visi kelas atas Kevin de Bruyne di sisi Belgia.

Baca Juga  Hattrick Messi Antar Argentina Libas Aljazair 3-0, Samai Rekor Gol Piala Dunia Milik Klose

Laga panas Spanyol kontra Belgia ini bakal tersaji pada Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.

Norwegia vs Inggris: Ambisi Sejarah

Partai ketiga babak delapan besar Piala Dunia 2026 bakal meyajikan duel tim kejutan Norwegia bersama Erling Haaland yang sedang naik daun dan menjadi perbincangan, melawan juara dunia dua kali Inggris yang masih membawa misi “football is coming home“. Laga tersebut bakal berlangung pada Ahad (12/7/2026) pukul 04.00 dini hari WIB.

Seperti diketahui, Norwegia bukanlah tim langganan putaran final Piala Dunia. Namun, pada edisi 2026 kali ini Erling Haaland dkk mampu tampil impresif dan melangkah mulus dari fase grup. Haaland sendiri menjadi tumpuan utama tim dalam mencetak gol, di mana striker tajam Manchester City itu sudah mengemas 7 gol, menjadikannya ancaman utama bagi lini pertahanan Inggris yang dikomando Marc Guehi.

Di babak 32 besar, Norwegia memulangkan tim kuat Afrika, Pantai Gading, dengan skor 1-2. Langkah impresif berlanjut dengan brace yang dicetak Haaland di fase 16 besar memaksa juara dunia lima kali Brasil pulang lebih awal dari turnamen empat tahunan ini.

Di sisi lain, Inggris melangkah ke babak delapan besar usai mengalahkan tuan rumah Meksiko dengan skor tipis 2-3, melalui laga yang berlangsung alot di mana lini pertahanan skuad The Three Lions diuji dengan 23 tembakan Meksiko ke arah gawang Inggris yang dikawal Jordan Pickford.

Duel ini diperkirakan bakal berlangsung sengit, di mana Norwegia berjuang untuk mengukir sejarah baru untuk pertama kalinya lolos ke fase semifinal dengan generasi muda mereka. Sementara itu, Inggris yang pada Piala Dunia 2018 mampu mencapai semifinal dan pada edisi 2022 mentok di delapan besar ingin mengulang kejayaan masa lalu dan “memulangkan sepak bola” kembali ke tanah Britania.

Argentina vs Swiss: Ketajaman dan Ujian Kolektivitas

Partai pamungkas babak delapan besar mempertemukan juara bertahan Piala Dunia 2022, Argentina, melawan tim kejutan asal Eropa, Swiss. Duel keduanya bakal dihelat pada Ahad (12/7/2026) pukul 08.00 pagi WIB.

Baca Juga  Penghargaan Piala Dunia 2026: Dominasi Punggawa Spanyol, Mbappe Top Skor, hingga Magis Messi

Argentina melangkah mulus dengan poin sempurna di fase grup. Lionel Messi dkk tak menghadapi tantangan berarti dari para rival dan memungkasi fase grup sebagai pemuncak. Ujian berat Tim Tango baru tersaji di babak 32 besar dan 16 besar, di mana mereka harus bersusah payah meraih kemangan hingga di menit-menit akhir.

Di babak 32 besar, Argentina dikejutkan oleh determinasi tim debutan Tanjung Verde yang memaksa laga harus berakhir melalui perpanjangan waktu (extra-time), dengan skor akhir tipis 3-2. Pertarungan sengit kembali tersaji saat Argentina bersua Mesir di babak 16 besar, di mana Lionel Messi dkk sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu, sebelum akhirnya berhasil melakukan comeback dramatis di menit-menit akhir dan keluar sebagai pemenang dengan kedudukan akhir 3-2.

Ketajaman Lionel Messi menjadi tumpuan utama Tim Tango, di mana peraih delapan kali Ballon d’Or itu telah sementara ini menjadi top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang sejarah dengan 20 gol.

Namun, ketajaman Messi bakal kembali menghadapi tantangan serius ketika menghadapi kolektivitas Swiss yang dikomando eks bintang Arsenal yang kini bermain untuk Sunderland, Granit Xhaka, hingga tembok kokoh yang dikomando pemain Inter Milan, Manuel Akanji.

Di fase grup, Swiss memang tidak banyak menghadapi kekuatan besar. Mereka “hanya” bersua tuan rumah Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar. Mereka mengakhiri fase grup dengan nangkring di posisi puncak secara nyaman.

Di babak 32 besar Swiss memulangkan Riyad Mahrez dkk dari Aljazair secara meyakinkan dengan skor 2-0. Dan di babak 16 besar mengalahkan Kolombia secara dramatis melalui babak adu penalti usai laga yang berkesudahan sama kuat 0-0 di waktu normal dan extra-time.

Partai Argentina kontra Swiss ini mungkin banyak dinilai sebagai “laga mudah” bagi Lionel Messi dkk. Namun, Swiss juga mengincar sejarah baru sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia, yakni untuk mengukir sejarah pertama kalinya lolos ke fase semifinal. Kolektivitas Swiss bakal benar-benar diuji ketajaman Lionel Messi dan deretan penyerang Tim Tango.