Di Depan Menhut Raja Juli, Rektor Unmuh Jember Soroti Degradasi Moral dalam Memperlakukan Alam

MAKLUMAT — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dr Hanafi, menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi atas tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Ramadan PWM Jatim yang digelar di kampus Unmuh Jember, Sabtu (21/2/2026). Sejumlah tokoh nasional hadir dalam agenda tersebut, termasuk Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni.

“Tema yang diangkat, sangat relevan dengan tantangan zaman yang kita hadapi saat ini. Krisis lingkungan, perubahan lingkungan, perubahan iklim, serta degradasi moral dalam memperlakukan alam,” katanya.

Hanafi menjelaskan, tantangan ekologis tidak bisa dipisahkan dari persoalan moral. Ia menilai degradasi lingkungan sering berakar pada cara pandang manusia terhadap alam yang cenderung eksploitatif. Karena itu, ia mendorong penguatan perspektif ekoteologi sebagai bagian dari ibadah intelektual di bulan Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa keimanan tidak berhenti pada ritual individu. Menurutnya, nilai-nilai keislaman harus terwujud dalam tindakan nyata yang menjaga keseimbangan alam dan memperkuat tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

“Melalui kajian ini, semoga ada pemahaman yang lebih utuh bahwa keimanan tidak berhenti pada kesalehan individu. Tetapi terwujud dalam kepedulian ekologis dan tanggung jawab sebagai kekhalifahan di muka bumi,” ujarnya.

Baca Juga  Apresiasi Siswa, Ustaz Adi Hidayat Beri Hadiah Smamda Voice dan Qariah Cilik Ini

Selain membahas isu lingkungan, Hanafi memaparkan perkembangan institusi yang ia pimpin. Unmuh Jember berencana membuka 12 program studi baru, termasuk program studi kedokteran yang tahun ini akan mulai beroperasi. Ia menyebut pengembangan akademik tersebut sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

Ia juga berharap forum Kajian Ramadan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Baginya, nilai-nilai yang dibahas pada momen ini perlu terus dirawat agar nilai keislaman dapat hadir dalam kebijakan dan praktik kehidupan sehari-hari.

“Semoga forum ini dapat menjadi ruang dialog yang mencerahkan. Memperkaya perspektif serta menguatkan komitmen kita semua dalam menghadirkan nilai-nilai keislaman,” tandasnya.​