Dilantik sebagai Wali Kota New York, Zohran Mamdani Disumpah menggunakan Al-Quran Bersejarah

Dilantik sebagai Wali Kota New York, Zohran Mamdani Disumpah menggunakan Al-Quran Bersejarah

MAKLUMAT — Momen bersejarah tercipta kala Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York, dalam serangkaian upacara pelantikan di stasiun kereta bawah tanah dan Balai Kota New York pada Rabu (31/12/2025) jelang tahun baru 2026 dan Kamis (1/1/2026) waktu setempat, dengan pengambilan sumpah jabatan menggunakan Al-Quran.

Pengambilan sumpah Mamdani dengan Al-Quran tersebut menjadi prosesi yang sarat akan makna simbolik dan nilai spiritual, menegaskan identitasnya sebagai seorang muslim. Ia disumpah oleh Jaksa Agung New York, Letitia James, dan mengucapkan sumpah jabatannya dengan meletakkan tangannya di atas Al-Quran.

Dilansir dari Mina News, salah satu hal menarik bahwa dalam pelantikan tersebut Mamdani dua mushaf Al-Quran yang bersejarah, yakni Al-Quran milik sang kakek, serta sebuah Al-Quran berukuran kecil yang berasal dari sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Usai prosesi pelantikan yang kurang lazim di stasiun kereta bawah tanah yang sudah lama terbengkalai itu, rangkaian pelantikan Mamdani akan berlanjut ke Balai Kota New York pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Dalam upacara kedua tersebut, Mamdani akan kembali diambil sumpahnya sebagai Wali Kota New York, yang bakal dipimpin oleh Senator Vermont, Bernie Sanders. Ia akan meletakkan tangannya di atas Al-Quran milik kakek dan neneknya.

Pengambilan sumpah Zohran Mamdani dalam pelantikannya sebagai Wali Kota New York tersebut dinilai mencerminkan identitas keagamaannya sekaligus penghormatan terhadap warisan keluarga yang dibawanya dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Baca Juga  Cara Mudah Ubah Foto Profil Jadi Brave Pink dan Hero Green Online, Simbol Perlawanan Rakyat!

Al-Quran Bersejarah dari Abad 18 atau 19

Dikutip dari Republika, selain Al-Quran milik sang kakek dan nenek, pengambilan sumpah jabatan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York menggunakan Al-Quran kecil yang berasal dari abad ke-18 atau ke-19 menjadi hal menarik dan bersejarah.

Diketahui, Al-Quran tersebut adalah bagian dari koleksi Pusat Penelitian Budaya Kulit Hitam Schomburg dari Perpustakaan Umum New York, yang melambangkan keberagaman dan jangkauan umat Islam di kota metropolitan itu.

“Ini adalah Al-Quran kecil, tapi menyatukan unsur-unsur iman dan identitas dalam sejarah Kota New York,” kata Hiba Abid, kurator perpustakaan untuk Studi Timur Tengah dan Islam, dikutip dari Republik yang melansir the Associated Press, Kamis (1/1/2026).

Menurut sejumlah sumber, naskah Al-Quran di perpustakaan New York itu diperoleh Arturo Schomburg dari seorang sejarawan kulit hitam asal Puerto Rico, yang koleksinya mendokumentasikan kontribusi global orang-orang keturunan Afrika. Namun, tidak dijelaskan secara pasti dan rinci bagaimana Schomburg mendapatkan Al-Quran tersebut.

Meski begitu, para ahli percaya bahwa hal tersebut mencerminkan ketertarikannya terhadap hubungan historis antara Islam dan budaya kulit hitam di Amerika Serikat maupun di seluruh Afrika.

Salinan Al-Quran yang digunakan Mamdani memiliki desain yang sederhana, dengan jilidnya yang berwarna merah tua disertai medali bunga sederhana dan ditulis dengan tinta hitam dan merah. Naskahnya jelas dan mudah dibaca, menunjukkan bahwa itu dibuat untuk penggunaan sehari-hari dan bukan untuk tampilan seremonial.

Baca Juga  Sebut New York Dipimpin Komunis, Donald Trump: Miami Jadi Tempat Berlindung

Menurut Abid, ciri-ciri itu menunjukkan bahwa kemungkinan naskah Al-Quran tersebut ditujukan untuk pembaca biasa. “Pentingnya Alquran ini bukan terletak pada kemewahannya, tapi pada keterjangkauannya,” katanya.

Lebih lanjut, Abid mengungkapkan bahwa karena manuskrip itu tidak bertanggal dan tidak bertanda tangan, para ahli mengandalkan penjilidan dan naskahnya untuk memperkirakan kapan manuskrip tersebut diproduksi. Mereka memperkirakan manuskrip tersebut berasal dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19, alias pada masa Turki Ustmani (Ottoman) di wilayah yang mencakup Suriah, Lebanon, Israel, wilayah Palestina, serta Yordania.

Perjalanan naskah ke New York, menurut Abid, mencerminkan latar belakang Zohran Mamdani yang berlapis-lapis, di mana ia adalah warga New York Asia Selatan yang lahir di Uganda, sedangkan Rama Duwaji, istrinya adalah warga Amerika-Suriah.

Ia menjelaskan, setelah pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York, Al-Quran tersebut akan dipajang di Perpustakaan Umum New York. Abid berharap perhatian seputar upacara tersebut dapat mendorong lebih banyak orang untuk menjelajahi koleksi perpustakaan yang mendokumentasikan kehidupan Islam di New York.

*) Penulis: Ubay NA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *