Diskominfo Sidoarjo Matangkan Super Apps: Integrasikan Layanan Publik Berbasis Digital

Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo AP MM, dalam Maklumat Podcast. (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo AP MM, menjelaskan proyeksi Super Apps yang tengah dikembangkannya, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas, kecepatan, dan akuntabilitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.

Ia menegaskan peran Diskominfo dalam upaya transformasi digital dalam pelayanan publik di Kota Delta.

“Jadi kami Dinas Komunikasi dan Informatika ini punya tanggung jawab terkait dengan bagaimana memberikan pelayanan publik yang baik di era digital ini,” ujar Eri, dikutip dari tayangan Maklumat Podcast di kanal YouTube MaklumatID, Kamis (26/2/2026).

Eri mengungkapkan, saat ini hampir semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sidoarjo telah memiliki aplikasi pelayanan publik. Namun, menurutnya belum terlalu efektif lantaran hanya melayani kebutuhan terkait masing-masing OPD dan tidak mencakup keperluan untuk OPD lainnya.

“Akhirnya interaktif, efektif, dan efisiensi untuk layanan publik ini malah kadang-kadang itu menjadi hambatan bagi masyarakat. Masyarakat pinginnya kan cepat, mudah, dan responsif dalam menerima layanan,” sorotnya.

Ia mencontohkan pada kemudahan yang ditawarkan berbagai platform aplikasi online shop, yang hanya cukup satu aplikasi namun sudah mencakup seluruh aspek, mulai dari pencarian, pemesanan, data-data, panduan dan informasi layanan, tanya-jawab, hingga aduan.

Baca Juga  Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Sidoarjo Gelar Pelatihan AI bagi Pelajar hingga Pelaku UMKM

“Jadi layanan di era digital ini kita merubah dari layanan yang sifatnya offline harus datang ke kantor pemerintahan ataupun yang masih ada silo-silo layanan publik, kita berusaha mengintegrasikan itu menjadi satu layanan publik,” sebutnya.

“Nah kita inginnya layanan publik itu seperti itu. Itu contoh-contoh yang baik itu seperti itu,” sambung Eri.

Super Apps Kabupaten Sidoarjo

Eri mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 104 aplikasi layanan publik di Kabupaten Sidoarjo, yang tersebar di berbagai OPD.

Ia menyebut telah memiliki grand design untuk menyatukan dan mengintegrasikan berbagai aplikasi layanan publik di berbagai OPD tersebut menjadi satu aplikasi saja, yang disebutnya sebagai Super Apps.

“Kita sudah membuat grand design-nya untuk menyatukan itu. Itu kita sebut aplikasi Super Apps. Super Apps ini dalam rangka untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik itu dan juga selain layanan di situ ada juga informasi ke publik di Sidoarjo ada apa, perkembangan Sidoarjo bagaimana, dan sebagainya,” jelasnya.

Tak cuma wacana, Eri menyebut bahwa saat ini aplikasi tersebut sudah siap dan telah memasuki tahapan percobaan (trial) pekan lalu, untuk layanan perizinan OSS (Online Single Submission), dan tengah dikembangkan untuk layanan non-OSS.

Baca Juga  Bupati Subandi Tekankan Reformasi Birokrasi dan Pendidikan Berkarakter

“Sekarang sudah berjalan. Ini yang baru kita kembangkan untuk layanan perizinan OSS. Nah dari layanan perizinan nanti ke non-perizinan. Terus kemudian kalau bisa dari perizinan, non-perizinan kemudian ada yang transaksi. Transaksi elektronik di dalamnya misalnya pembayaran dan sebagainya lewat aplikasi secara online. Nah ini tahap-tahap yang sudah kita susun. Nah sekarang ini sudah jalan kita di layanan online untuk perizinan. Itu sudah jalan,” terangnya.

Permudah Akses Layanan Publik

Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa hal tersebut sebagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan publik.

“Jadi (masyarakat) kalau butuh layanan, simpel, semua ada di situ. Kemudian responsif terhadap keluhan, komplain mereka. (Karena selama ini) kadang-kadang ini kan susah. Kalau masyarakat menerima layanan tidak baik harus mengadu ke mana, terkadang mengadu ke OPD pemberi layanan tidak direspon. Meskipun kita sudah punya saluran, ada SP4N Lapor, ada call center, kemudian ada lagi untuk PPID, dan sebagainya itu ada. Cuma kadang-kadang masyarakat enggak tahu ini,” sebutnya.

“Coba kalau itu kita satukan, layanannya juga di aplikasi itu, keluhan, komplain, saran dan masukan di layanan itu, informasi ada dalam satu layanan itu. Jadi mereka kan tidak perlu nyari-nyari lagi, tidak perlu kemana-mana, oh tau dia kalau komplain, oh di situ juga ada,” tandas Eri.

Baca Juga  Dikunjungi MDTM Perak Malaysia, Kampung Edukasi Sampah Sekardangan Jadi Rujukan Internasional

Dalam rangka menyukseskan program tersebut, ia menandaskan bahwa Diskominfo Kabupaten Sidoarjo akan melakukan upaya sosialisasi secara bertahap, hingga terjun ke desa-desa.

Ia juga mengaku terbuka terhadap respons dan masukan-masukan masyarakat, demi pengembangan aplikasi tersebut ke depannya agar lebih baik.

“Dan itu kan juga memudahkan kita untuk menyampaikan informasi langsung ke masyarakat. Oh ini lho, kita ke depan Sidoarjo mau ada layan publik seperti ini. Terus kemudian ke depan kita mau mengembangkan sistem informasi seperti ini,” katanya.

Menurut Eri, pengembangan Super Apps tersebut harus dilaksanakan secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Aplikasi, kata dia, tidak hanya berbicara terkait sistem atau teknologi semata, melainkan juga infrastruktur, keamanan data dan informasi, hingga bagaimana aksesibilitas masyarakat.

“Jadi kalau kita ngomong layanan publik digital, kita tidak bisa ngomong hanya sekedar aplikasinya. Tapi bagaimana menjaga perlindungan data pribadi, keamanan datanya, terus kemudian infrastruktur yang kuat, sehingga apabila dipakai banyak orang yang tidak lemot, dan seterusnya,” jelasnya. (ADV)