MAKLUMAT — Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) berhasil keluar sebagai juara umum pertama dalam ajang Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII 2026 yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) PP Muhammadiyah di Makassar.
Pengumuman disampaikan saat Closing Ceremony OlympicAD VIII di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu (14/2/2026), berdasarkan hasil rekapitulasi resmi panitia sesuai akumulasi poin dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan selama tiga hari, 12-14 Februari 2026.
Kontingen asal Yogyakarta sukses meraih 98 medali emas, jauh mengungguli kontingen dari provinsi lain dalam ajang dua tahunan tersebut. Total DIY mampu menggondol 202 medali, terdiri atas 98 emas, 64 perak, dan 40 perunggu.
“DIY menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang akademik dan non kademik,” ujar Ketua Panitia Pusat OlympicAD VIII, Prof Baharuddin, sembari menegaskan bahwa penetapan juara umum dilakukan setelah seluruh nilai diverifikasi dan disahkan oleh dewan juri..
Menyusul di belakangnya adalah kontingen asal Jawa Tengah (Jateng) yang menempel dengan perolehan 92 medali emas, 115 perak, dan 77 perunggu. Meski secara keseluruhan Jawa Tengah mampu mendapatkan 284 medali (jumlah terbanyak), namun jumlah medali emas mereka masih di bawah DIY, sehingga mereka harus puas sebagai juara umum kedua.
Di posisi ketiga, Jawa Timur (Jatim) mampu meraih total 115 medali, yang terdiri atas 51 medali emas, 34 medali perak, serta 30 medali perunggu.
Sementara itu, tuan rumah Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses merangsek ke peringkat juara umum keempat dengan 29 medali emas, 59 medali perak, dan 70 medali perunggu, sehingga total mampu mendapatkan 158 medali.
Melengkapi lima besar juara umum OlympicAD VIII Tahun 2026 adalah Lampung, yang menempati urutan kelima dengan raihan total 43 medali, dengan rincian 20 medali emas, 13 perak, dan 10 perunggu.
“Ajang ini menjadi wadah kompetisi nasional bagi peserta didik Muhammadiyah dari berbagai provinsi,” harap Prof Baharuddin.
Selama pelaksanaan, ratusan peserta mengikuti rangkaian lomba yang tersebar di sejumlah titik arena kompetisi yang dipusatkan di Unismuh Makassar. Seluruh hasil pertandingan direkap secara terpusat sebelum diumumkan secara resmi pada seremoni penutupan.
Diumumkannya lima provinsi teratas dalam raihan medali tersebut sebagai juara umum sekaligus secara resmi mengakhiri alias menutup gelaran OlympicAD VIII 2026 di Makassar. Hasil tersebut menjadi tolok ukur pembinaan prestasi di masing-masing wilayah.
Salah seorang pendamping kontingen Juara Umum 1 dari Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta Rafa Farzaki menyampaikan rasa syukur usai provinsinya berhasil menjadi yang terbaik di ajang tersebut.
“Tentu saja kita akan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada Allah SWT atas rahmat yang telah kita peroleh (hingga menjadi Juara Umum 1 OlympicAD VIII),” ujarnya.
“Dan juga terlepas dari support dari PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) sendiri yang sangat men-support kita dari segi akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya,” sambung Rafa.
Terpisah, Wibowo Juli Supatro yang merupakan pendamping kontingen SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, juga berharap agar Jawa Tengah ke depan mampu menjadi juara umum di gelaran OlympicAD selanjutnya.
“Rasa haru bisa juara (umum) kedua, disyukuri walau kalah, insya Allah ke depan bisa lagi juara umum (pertama),” harapnya.
Menurutnya, ajang OlympicAD sendiri merupakan agenda yang penting, dalam rangka upaya untuk meningkatkan mutu sekolah Muhammadiyah, serta untuk terus mendorong anak didik agar lebih kreatif dan terus mengasah keterampilannya.
“Ke depan banyak tantangan kita, termasuk juga sebagai persiapaan lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional), semoga ananda kita bisa lebih berprestasi lagi di ajang berikutnya,” kata Wibowo.














