MAKLUMAT – Operator kapal roll on–roll off (ro-ro) PT Dharma Lautan Utama (DLU) langsung tancap gas menyiapkan layanan angkutan lebaran 2026. Meski angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tinggal hitungan pekan, perusahaan pelayaran asal Surabaya itu memilih menyiapkan strategi jangka lebih panjang.
Direktur Operasional DLU, Rakhmatika Ardianto, menjelaskan bahwa jarak waktu antara Nataru dan Lebaran semakin berhimpitan. Pola ini membuat sebagian calon penumpang menunda mudik akhir tahun dan memilih pulang kampung saat Lebaran.
“Tahun lalu banyak penumpang yang tidak mudik di akhir tahun. Mereka memilih menunggu Lebaran. Kami prediksi tahun ini perilakunya tidak jauh berbeda,” ujar Rakhmatika, Jumat (28/11/2025).
Kapasitas Ditata Ulang untuk Puncak Mudik
DLU memperkirakan lonjakan penumpang Nataru 2025/2026 tidak signifikan. “Kalaupun naik, kemungkinan tipis sekali,” ujarnya. Menurut dia, liburan akhir tahun lebih identik dengan wisata menggunakan pesawat terbang, bukan kapal laut.
Karena itu, perusahaan kini fokus mengoptimalkan kapasitas jelang Lebaran, terutama untuk rute dengan permintaan tinggi. “Kami optimalkan kapasitas penumpang maupun barang, terutama di rute Surabaya–Lombok, Kumai, dan Makassar,” jelas alumnus ITS Surabaya tersebut.
Selain rute utama, Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk juga diproyeksikan akan tetap menjadi tulang punggung arus mudik. DLU memastikan kesiapan armada untuk momentum puncak perjalanan 2026.
Pasar Kapal Laut Tumbuh di Luar Peak Season
Di tengah persaingan ketat dengan moda udara dan kereta api, angkutan kapal laut tetap diminati untuk perjalanan liburan di luar peak season. Dharma Lautan Utama optimistis pasar angkutan penumpang akan terus bergairah.
“Kami tetap fokus melayani dan meningkatkan kualitas layanan. DLU berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman,” tegas Rakhmatika.