Donald Trump: AS Tak Akan Duduki Venezuela Asal Wapres Rodriguez “Lakukan Apa yang Kami Inginkan”

Donald Trump: AS Tak Akan Duduki Venezuela Asal Wapres Rodriguez “Lakukan Apa yang Kami Inginkan”

MAKLUMATPresiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan AS tidak akan menduduki Venezuela setelah operasi militer yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Trump memasang satu syarat: Wakil Presiden Delcy Rodriguez harus “melakukan apa yang kami inginkan.”

Trump menyampaikan ancaman itu dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1/2026), beberapa jam setelah pasukan AS mengekstraksi Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari Caracas.

“Kami tidak akan menduduki Venezuela selama pemerintahan sementara mengikuti keinginan kami,” kata Trump melansir laporan Al Jazeera.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu demonstrasi kekuatan militer Amerika paling efektif dalam sejarah modern. Ia menyamakan tingkat risiko operasi itu dengan misi pembunuhan Osama bin Laden pada 2011.

Operasi Rahasia Berbulan-bulan

Pemerintah AS menyiapkan operasi bernama Absolute Resolve selama berbulan-bulan. Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan pasukan khusus melatih misi itu secara intensif, termasuk membangun replika bangunan target.

Pada Jumat malam waktu setempat, Trump memberi persetujuan akhir. Sekitar 150 pesawat militer AS lepas landas dari 20 pangkalan udara di berbagai wilayah Belahan Barat.

Pasukan AS langsung melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela. Trump mengklaim keahlian militer AS membuat sebagian besar Caracas gelap gulita.

“Lampu di Caracas mati karena kemampuan khusus yang kami miliki,” ujar Trump.

Ledakan keras mengguncang ibu kota. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan itu sebagai operasi militer dan penegakan hukum terpadu yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Baca Juga  Ketum PC IPM Kepanjen Wakili Kota Batu di Porprov IX Jatim

Penangkapan Dini Hari

Helikopter AS mendarat di kompleks kepresidenan Caracas pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.01 waktu setempat. Pasukan AS kemudian menahan Maduro dan istrinya.

Pemerintah AS belum menjelaskan apakah pasukan menghadapi perlawanan bersenjata atau membawa Maduro tanpa baku tembak.

Dua setengah jam kemudian, pasukan AS membawa Maduro ke kapal induk USS Iwo Jima. Dari sana, AS menerbangkannya ke New York. Trump bahkan mengunggah foto Maduro dengan mata tertutup di media sosial Truth Social.

Pesawat yang membawa Maduro mendarat di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart, New York, pada Sabtu sore waktu setempat.

Korban Sipil Berjatuhan

Serangan AS menghantam Caracas serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pemerintah Venezuela belum merilis data korban resmi.

Namun, seorang pejabat yang berbicara kepada The New York Times menyebut serangan itu menewaskan sedikitnya 40 orang.

Sejumlah warga sipil melaporkan ledakan dahsyat. Linda Unamomo, seorang pekerja publik, mengaku ledakan menghancurkan atap rumahnya dan memaksanya mengungsi bersama anaknya.

Trump mengakui beberapa personel AS mengalami luka. Namun, ia mengklaim operasi itu tidak menewaskan satu pun tentara Amerika.

Venezuela Diambil Alih Pemerintahan Sementara

Mahkamah Agung Venezuela langsung menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai penjabat presiden. Pengadilan memerintahkan Rodriguez menjamin kesinambungan pemerintahan dan pertahanan negara.

Mahkamah juga menyatakan akan menyusun kerangka hukum untuk menjaga kedaulatan negara selama Maduro berada dalam tahanan AS.

Baca Juga  Wamen Stella Christie Temui UC Berkeley, Bahas Kerja Sama Riset dan Beasiswa

Trump menyatakan AS akan memastikan Venezuela “berjalan dengan benar” hingga pemimpin baru terpilih. Ia tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat jika situasi memburuk.

“Kami siap mengerahkan sepatu bot di tanah jika diperlukan,” kata Trump.

Trump sekaligus menyingkirkan tokoh oposisi Maria Corina Machado dari skenario transisi kekuasaan. Ia menilai Machado tidak memiliki dukungan kuat di dalam negeri.

Pernyataan Trump memicu gelombang kecaman internasional dan membuka perdebatan baru tentang legalitas intervensi militer AS di Venezuela.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *