Dosen Umsura Arin Setiyowati Terpilih Jadi Ketua PWNA Jawa Timur 2026-2030

Arin Setiyowati menyampaikan sambutan perdananya usai terpilih sebagai Ketua PWNA Jawa Timur 2026-2030. (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Arin Setiyowati, resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode 2026-2030, dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-13 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Jumat-Ahad (16-18/10/2026).

11 orang terpilih sebagai formatur, usai pemungutan suara yang diikuti sebanyak 579 peserta dari total 604 pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pemungutan suara dilaksanakan menggunakan sistem e-voting dengan total perolehan 6.369 suara.

Arin meraih suara tertinggi dalam 11 formatur terpilih PWNA Jawa Timur, disusul Maharina Novia Zahro dan Zahrotul Janah. Berikut daftar formatur terpilih PWNA Jawa Timur dalam Musywil ke-13:

1. Arin Setiyowati: 356 suara
2. Maharina Novia Zahro: 341 suara
3. Zahrotul Janah: 322 suara
4. Hervina Emzulia: 321 suara
5. Fatma Hajar Islamiyah: 293 suara
6. Daviqa Sukmawati: 291 suara
7. Vebrina Reza Wulansari: 279 suara
8. Nur Aini Azizah: 272 suara
9. Vivid Rohmaniyah: 270 suara
10. Fazat Azizah: 267 suara
11. Mamluatul Faizah Muarrof: 241 suara

Para formatur terpilih tersebut nantinya akan bertugas untuk membentuk dan menyusun struktural lengkap PWNA Jawa Timur periode 2026-2030, serta bertanggung jawab membahas dan merancang arah gerakan organisasi ke depan.

Regenerasi PWNA Jawa Timur

Usai terpilih, Arin menyebut hasil pemilihan itu sebagai wujud nyata proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.

“Ini bukan kemenangan saya pribadi, melainkan bagian dari kemenangan seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dalam menuju kepemimpinan berikutnya,” ujarnya.

11 formatur terpilih, menurut dia, menunjukkan bahwa proses regenerasi di tubuh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah tersebut berjalan dengan baik.

“Dengan terpilihnya 11 formatur hari ini, tentu ini membuktikan bahwa proses regenerasi di Ortom Nasyiatul Aisyiyah berjalan dengan baik dan sehat,” tandas Arin.

11 formatur terpilih tersebut, menurut Arin, merupakan representasi kader yang dipilih melalui proses pemungutan suara, sekaligus menunjukkan iklim demokrasi yang sehat di tubuh Nasyiatul Aisyiyah.

“Terpilihnya 11 formatur ini adalah adanya keterwakilan yang dipilih secara sadar oleh seluruh anggota atau kader Nasyiatul Aisyiyah untuk mendiskusikan, membahas, serta merancang bagaimana gerakan perempuan muda berkemajuan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur menghadapi seluruh tantangan zaman dalam satu periode ke depan,” terangnya.***