Bawang Putih Turunkan Tekanan Darah, Dokter Ungkap Faktanya

Dosis bawang putih untuk hipertensi

MAKLUMAT — Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur—di balik aroma tajamnya, tersimpan manfaat kesehatan yang signifikan, terutama dalam menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Dokter dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr. Iman Setiadi, mengungkapkan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan jantung.

Bawang putih selama ini dikenal luas sebagai bahan utama dalam berbagai masakan Indonesia. Namun, kandungan aktifnya memberikan manfaat lebih dari sekadar penambah rasa.

Kandungan Allicin Jadi Kunci

Bawang putih mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B6, mangan, dan selenium. Namun, komponen paling berperan adalah senyawa sulfur bernama allicin.

Allicin memiliki sifat antioksidan kuat yang berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur alami. Senyawa ini juga diketahui mampu membantu menurunkan kolesterol serta bertindak sebagai pengencer darah.

Efek inilah yang kemudian berkontribusi pada penurunan tekanan darah secara alami.

Setara Obat Hipertensi

Berdasarkan studi meta-analisis terhadap 12 penelitian dengan 533 pasien hipertensi, suplementasi bawang putih terbukti mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 8,3±1,9 mmHg dan diastolik sebesar 5,5±1,9 mmHg.

Baca Juga  Kolesterol Penting untuk Tubuh, Tapi Seberapa Aman Dikonsumsi?

Penurunan ini disebut setara dengan efek obat lini pertama anti-hipertensi.

Lebih jauh, penurunan tekanan darah tersebut dikaitkan dengan berkurangnya risiko penyakit kardiovaskular hingga 16–40 persen, termasuk serangan jantung, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Dosis Harian yang Dianjurkan

Untuk mendapatkan manfaat optimal, konsumsi bawang putih disarankan sebesar 600–900 mg per hari, setara dengan kandungan allicin 3,6–5,4 mg.

Jumlah ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi sekitar 4 siung bawang putih setiap hari, baik dimakan langsung maupun dalam bentuk suplemen seperti softgel.

Selain itu, bawang putih juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti garam dalam masakan, mengingat konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah.

Tetap Perhatikan Risiko Keseluruhan

Meski memiliki banyak manfaat, dr. Iman mengingatkan bahwa konsumsi bawang putih tidak boleh menjadi satu-satunya strategi dalam menjaga kesehatan jantung.

Penilaian risiko penyakit kardiovaskular harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan faktor kesehatan lainnya.

“Bawang putih bisa membantu, tapi tidak bisa menggantikan pendekatan medis secara keseluruhan,” tegasnya.