El Nino “Godzilla” Picu Panas Ekstrem, Ini Pekerjaan yang Paling Rentan Heatstroke

Bekerja di luar ruangan seperti pengemudi ojek online dan kurir ekspedisi berisiko terkena heatstroke di tengah panas ekstrem. (Foto ilustasi diolah menggunakan Gemini/AI)

MAKLUMAT – Fenomena El Nino “Godzilla” tak hanya memicu kemarau panjang, tetapi juga meningkatkan ancaman kesehatan bagi para pekerja lapangan. Paparan panas ekstrem dalam waktu lama berpotensi memicu heatstroke, kondisi darurat yang bisa berujung fatal.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Melizza menegaskan sejumlah profesi berada di garis paling rentan. Pengemudi ojek online, kurir ekspedisi, pekerja konstruksi, petani, hingga petugas keamanan menjadi kelompok yang setiap hari terpapar panas langsung.

“Heatstroke terjadi saat tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara otomatis,” kata Nur Melisa dikutip, Kamis (16/4/2024).

Ia mengungkapkan kondisi ini muncul ketika panas dari lingkungan terus menumpuk di dalam tubuh. Mekanisme pendinginan alami melalui keringat tidak lagi bekerja optimal. Akibatnya, suhu tubuh melonjak tanpa kendali.

“ Risiko semakin besar ketika pekerja kurang minum, minim istirahat, serta menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat,” tambahnya.

Dalam kondisi ekstrem, heatstroke bukan sekadar menyebabkan lemas. Dampaknya bisa jauh lebih serius: kerusakan otak, gangguan fungsi organ, hingga pingsan akibat tubuh kekurangan oksigen.

Ironisnya, tuntutan pekerjaan justru memperparah situasi. Pengemudi ojol dan kurir tetap harus mengenakan jaket tebal saat bekerja di bawah terik matahari. Sementara pekerja konstruksi wajib memakai helm dan perlengkapan pelindung yang membuat panas terperangkap di dalam tubuh.

Baca Juga  Mengapa Ojol Diprioritaskan? Ini Alasan Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako di Gresik

Paparan berjam-jam tanpa jeda membuat tubuh seperti “dipanggang” secara perlahan. Tanpa langkah pencegahan yang memadai, kelompok pekerja ini berpotensi menjadi korban utama dari gelombang panas ekstrem yang dipicu perubahan iklim.

Fenomena ini memperlihatkan celah besar dalam perlindungan tenaga kerja, khususnya sektor informal. Di saat cuaca semakin ekstrem, para pekerja tetap dituntut produktif tanpa perlindungan yang memadai.

Minimnya regulasi terkait batas aman kerja di suhu tinggi memperbesar risiko heatstroke. Jika tidak ada intervensi serius, baik dari pemerintah maupun perusahaan—El Nino “Godzilla” bisa memicu krisis kesehatan kerja yang lebih luas.***