MAKLUMAT– Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026 dengan mengangkat kisah perjalanan spiritual yang diadaptasi dari buku populer karya Habib Husein Jafar Al Hadar. Film bergenre drama religi coming of age ini disutradarai Cesa David Luksmansyah yang untuk pertama kalinya menjalani debut sebagai sutradara film panjang.
Adaptasi buku pengembangan diri tersebut mengangkat pesan tentang hubungan manusia dengan Tuhan, doa, penyesalan, dan harapan melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Meski menjadi film debutnya sebagai sutradara, Cesa David bukan nama baru di industri perfilman Indonesia. Selama ini ia dikenal sebagai editor di sejumlah film sukses, seperti Cek Toko Sebelah, Perahu Kertas, dan Yuni.
Proyek adaptasi Seni Merayu Tuhan sebenarnya telah diumumkan sejak Desember 2025. Film ini menghadirkan deretan aktor dan aktris ternama, di antaranya Ari Irham, Rieke Diah Pitaloka, Lutesha, Teuku Ryzki, Arie Kriting, serta sejumlah pemain lainnya.
Rumah produksi Wahana Kreator merilis first look film tersebut melalui media sosial. Sejumlah potongan adegan memperlihatkan perjalanan emosional para tokohnya dengan latar keluarga, persahabatan, hingga pencarian makna hidup.
Dalam unggahan tersebut, Wahana Kreator juga menyampaikan pertanyaan reflektif mengenai cara “merayu Tuhan” di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.
“Sebenarnya bagaimana cara terbaik merayu Tuhan di dunia yang makin tidak pasti? Apakah dengan berbuat baik kepada ibu, kepada teman, atau kepada pasangan?”
Film ini berpusat pada tokoh Hikmah, seorang anak yang tumbuh jauh dari nilai-nilai agama dan memiliki hubungan yang renggang dengan ibunya. Penyesalan besar datang setelah sang ibu meninggal dunia. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang membawanya mencari makna hidup sekaligus memperbaiki hubungannya dengan Tuhan.
Melalui perjalanan tersebut, Seni Merayu Tuhan menawarkan drama religi yang tidak sekadar mengajarkan nilai keagamaan, tetapi juga menyuguhkan proses pendewasaan diri yang dekat dengan realitas generasi muda.
Adaptasi Buku Religi Semakin Diminati Industri Film
Kehadiran Seni Merayu Tuhan menunjukkan tren baru perfilman Indonesia yang mulai banyak mengadaptasi buku-buku bertema religi dan pengembangan diri. Pendekatan coming of age dipadukan dengan isu spiritual menjadi daya tarik tersendiri karena menyasar penonton muda yang tengah mencari makna hidup. Nama Habib Husein Jafar yang dikenal dekat dengan generasi milenial dan Gen Z juga berpotensi memperluas jangkauan penonton sekaligus memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan film ini.***











