MAKLUMAT — Dewan Guru Al Gontory Tulungagung mengeglar Pelatihan Guru Berdampak dengan tema besar “Guru Berdampak: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam Berpihak pada Murid melalui Budaya Positif dan Pendidikan Inklusif Berbasis Visi Semesta”, yang dilaksanakan di Kompleks Al Gontory Tulungagung Kampus 3 (PAUD Al Gontory) selama dua hari, Selasa-Rabu (30/6-1/7/2026).
Kegiatan itu disebut sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan transformasi pendidikan yang transformatif dan inklusif. Pelatihan menghadirkan dua tokoh dan praktisi pendidikan nasional sebagai narasumber utama, yakni Akhmad Rozi Hapsari SSi MM dan Meilia Dwi Mardiani SSi SPd.
Pelatihan hari pertama dibuka oleh Ketua Yayasan Vista, Akhmad Rozi Hapsari SSi MM, yang menggembleng para peserta dengan strategi pembelajaran inovatif yang dirancang untuk memicu kedalaman berpikir siswa. Ia menegaskan bahwa esensi dari guru yang berdampak adalah kemampuan menyajikan ruang kelas yang adaptif.
”Output dari pelatihan ini, diharapkan guru-guru Al Gontory dapat menjadi guru-guru berdampak yang senantiasa menyajikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi masing-masing anak. Kehadirannya selalu dinantikan karena mampu membangkitkan motivasi dan gemar belajar siswa,” ujar Rozi.
Di hari kedua, estafet materi dilanjutkan oleh Meilia Dwi Mardiani SSi SPd. Praktisi pendidikan nasional ini secara spesifik membedah formula penguatan budaya positif serta implementasi pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Melalui pendekatan berbasis Visi Semesta, pendidikan tidak hanya dilihat sebagai transfer ilmu, melainkan proses pengasuhan yang menyentuh keunikan setiap individu murid tanpa terkecuali.
Semangat pembelajaran yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan murid ini dinilai sangat kontekstual dan sejalan dengan nilai-nilai luhur serta visi kepengasuhan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Relevan dan Membuka Cakrawala Baru
Agenda strategis ini menuai respons impresif dari internal tenaga pendidik. Andini Citra Puspita SPd, salah seorang ustazah setempat, mengaku mendapatkan cakrawala baru, khususnya mengenai pentingnya kolaborasi segitiga antara guru, siswa, dan orang tua.
”Melalui pelajaran mengenai dampak guru bagi siswa, saya merasa peran kita dalam mencerdaskan anak bangsa ternyata sangat dibutuhkan, terutama pada usia pondasi seperti sekolah dasar ke bawah. Selain itu, ulasan mengenai modul ajar berdiferensiasi juga sangat relevan dengan regulasi Kemendikbudristek saat ini,” katanya.
Senada, Muhammad Faisol Amiruddin SPd menyebut pelatihan ini sebagai momen refleksi kolektif bagi para guru untuk terus berbenah meningkatkan kualitas pedagogisnya.
Ia turut mengimbau agar seluruh dewan guru Al Gontory pasca-pelatihan ini menjadi pribadi yang lebih tangguh dan siap mengemban misi utama. “Tidak hanya bagi diri sendiri dan anak didik, tetapi juga untuk misi yang paling utama, yaitu i’lai kalimatillah (menegakkan kalimat Allah),” tandasnya.
Pelatihan Guru Berdampak menegaskan komitmen Dewan Guru Al Gontory Tulungagung dalam upaya mewujudkan ekosistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berdampak luas bagi masa depan generasi bangsa.***
*) Penulis: Kholid












