Gempa M7,1 Kumamoto Tewaskan 12 Orang, Jepang Peringatkan Potensi Gempa Lebih Kuat Selama Sepekan

Gempa Kumamoto

MAKLUMAT — Aktivitas seismik di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, masih sangat tinggi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026) sore. Otoritas Jepang meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa kuat selama sekitar satu pekan ke depan.

Seperti dilansir kantor berita NHK, Kamis (30/7/2026), gempa bumi terjadi Selasa (28/7) sekitar pukul 16.27 waktu setempat, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 16 kilometer di wilayah Kumamoto.

Guncangan mencapai intensitas 7 atau level tertinggi dalam skala seismik Jepang di Kota Uki dan Kota Hikawa. Sementara itu, intensitas 6 kuat tercatat di Distrik Minami, Kota Kumamoto, Kota Yatsushiro, Kota Uto, serta dua kota lainnya.

Sejumlah wilayah lain, termasuk Kota Kamiamakusa dan Kota Koshi, mengalami intensitas 6 lemah. Guncangan dengan intensitas 5 kuat hingga 5 lemah juga dirasakan di banyak wilayah Kyushu, sedangkan intensitas 4 hingga 1 tercatat di kawasan Tokai, Hokuriku, Kinki, Chugoku, dan Shikoku.

Para pejabat Badan Meteorologi Jepang memperkirakan tiga wilayah lain di Prefektur Kumamoto, yakni Kota Kashima, Kota Kosa, dan Distrik Ogawa-machi di Kota Uki, juga mengalami intensitas setidaknya 5 lemah. Namun, tingkat pastinya masih belum dapat dipastikan.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro. Namun, badan meteorologi menyatakan tidak ada tsunami yang teramati.

Hingga Rabu (29/7/2026) pukul 11.00 waktu setempat, tercatat telah terjadi 178 gempa dengan intensitas 1 atau lebih tinggi di Prefektur Kumamoto. Tiga di antaranya mencapai intensitas maksimum 5 lemah.

Para pejabat menegaskan masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan gempa berkekuatan hingga intensitas 7 selama sekitar satu pekan mendatang. Mereka juga menyebut kemungkinan terjadinya gempa besar dalam beberapa hari ke depan masih sangat tinggi.

Korban Meninggal Bertambah

Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan hingga Rabu (29/7/2026) pukul 16.00, sebanyak 12 orang dipastikan meninggal dunia dan enam orang mengalami henti jantung serta paru. Selain itu, 64 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Di kompleks Nippon Paper Industries, hingga pukul 14.00 waktu setempat, lima orang dipastikan meninggal dunia dan dua korban luka berhasil diselamatkan. Empat orang lainnya masih terjebak di dalam pabrik.

Gempa tersebut menyebabkan cerobong asap runtuh serta menimbulkan berbagai kerusakan pada fasilitas industri.

Sementara itu, operasi penyelamatan masih berlangsung di Aeon Mall Kumamoto, Kota Kashima. Pusat perbelanjaan tersebut mengalami kerusakan parah setelah gempa dan ledakan yang terjadi sesudahnya, sehingga lantai dua bangunan runtuh.

Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan hingga Rabu pukul 14.00, tiga orang dipastikan meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami henti jantung serta paru.

Sebanyak enam orang berhasil diselamatkan dari lokasi tersebut. Lima di antaranya mengalami luka-luka, sedangkan kondisi satu korban lainnya belum diketahui secara rinci.

Dalam konferensi pers pada Rabu, Presiden Aeon menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

“Pihak Aeon dengan tulus berdoa untuk mereka yang meninggal, dan menyampaikan permintaan maaf yang terdalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta orang-orang yang terluka.”

Pakar: Diduga Berasal dari Bagian Sesar yang Belum Patah pada 2016

Profesor Sakai Shinichi dari Institut Riset Gempa Universitas Tokyo memperkirakan gempa yang terjadi pada Selasa berasal dari bagian zona sesar aktif yang belum patah saat gempa besar Kumamoto tahun 2016.

Menurut Sakai, gempa tahun 2016 berkaitan dengan zona sesar Futagawa dan Hinagu. Ia mengatakan gempa terbaru diduga dipicu oleh bagian selatan zona sesar Hinagu yang tidak mengalami pergeseran satu dekade lalu.

Sakai menilai aktivitas seismik kemungkinan masih akan berlanjut sebagaimana yang terjadi setelah gempa besar tahun 2016.

Ia juga mengingatkan bahwa karena bagian selatan zona sesar Hinagu menghadap ke laut, terdapat kemungkinan tsunami apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar di masa mendatang.

Terkait kondisi di lapangan, Sakai mengatakan terdapat kemungkinan kerusakan telah terjadi di berbagai lokasi akibat guncangan yang sangat kuat. Ia mengatakan masyarakat sebaiknya tetap berada di tempat yang aman untuk saat ini.

Pendapat serupa disampaikan Profesor Nishimura Takuya dari Institut Riset Mitigasi Bencana Universitas Kyoto.

Nishimura mengatakan gempa pada Selasa kemungkinan terjadi di zona sesar Hinagu yang berada di sisi barat daya pusat gempa Kumamoto tahun 2016.

Menurutnya, kawasan tersebut memang masih aktif secara seismik setelah gempa besar satu dekade lalu. Ia menambahkan, kedalaman pusat gempa yang dangkal menyebabkan guncangan terasa sangat kuat di sekitar hiposentrum.

Nishimura mengatakan isu utama saat ini adalah apakah seluruh zona sesar Hinagu telah bergerak atau bagian selatannya masih belum mengalami pergeseran.

Ia mengungkapkan bahwa apabila bagian selatan sesar tersebut belum bergeser, gempa kuat seperti yang terjadi pada 2016 berpotensi kembali terjadi secara beruntun. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.***