MAKLUMAT — Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berdatangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pemangku kepentingan mengirim 165,97 ton bantuan logistik dan peralatan pengungsian pada Selasa (18/8/2026).
Bantuan tersebut diberangkatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, pengiriman dilakukan melalui 12 sortie penerbangan dengan melibatkan armada TNI AU, pesawat kargo, dan maskapai komersial.
Bantuan dikirim untuk menjangkau wilayah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ).
“Pengiriman bantuan udara ini terbagi ke dalam 12 sortie penerbangan, menggabungkan armada TNI AU, pesawat kargo, serta maskapai komersial untuk menjangkau wilayah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ),” kata Berton.
BNPB Kirim 120 Ton Logistik
Dari total bantuan tersebut, BNPB memimpin pengiriman sekitar 120 ton logistik menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP).
Pengiriman dilakukan melalui delapan sortie penerbangan utama. Bantuan yang dikirim tidak hanya berupa kebutuhan pangan, tetapi juga perlengkapan untuk tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar pengungsi.
Pada sortie pertama, BNPB mengirim 4.100 lembar selimut, dua set tenda pengungsi berukuran 6 x 12 meter, 126 set tenda keluarga berukuran 4 x 4 meter, serta empat unit perangkat internet satelit Starlink.
Sortie kedua membawa 1.000 lembar sarung, 190 set tenda keluarga, 130 unit kasur lipat, dan 200 paket sembako.
Sementara itu, sortie ketiga mengangkut 199 unit tenda keluarga, 17 set tenda pengungsi, 150 paket hygiene kit, 250 unit velbed, 200 unit kasur lipat, 1.500 potong seragam BNPB, serta 500 paket sembako.
Pada sortie keempat, bantuan yang dikirim terdiri atas 250 paket hygiene kit, 20 set tenda pengungsi, 60 set tenda keluarga, dan 1.250 lembar matras.
Sortie kelima membawa 1.265 paket makanan siap saji, 250 paket hygiene kit, 200 set tenda keluarga, 3.000 lembar matras, dan 2.000 lembar selimut.
Selanjutnya, sortie keenam mengangkut 90 set tenda keluarga, 1.000 lembar sarung, 2.000 potong busana gamis, 2.000 potong baju koko, enam unit Starlink, 16 unit genset darurat, dan 400 paket sembako.
Sedangkan sortie ketujuh dan kedelapan masing-masing membawa 100 unit tenda keluarga, 2.250 lembar matras, 1.000 lembar selimut, dan 10 set tenda pengungsi.
Ada 20 Starlink dan 16 Genset
Bantuan yang dikirim ke wilayah terdampak gempa tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara.
BNPB juga mengantisipasi gangguan komunikasi, listrik, dan ketersediaan air bersih di lokasi terdampak maupun pengungsian.
Sebanyak 20 unit perangkat internet satelit Starlink dikirim melalui bantuan gabungan Kementerian Pertahanan dan BNPB.
Selain itu, bantuan mencakup 16 unit genset darurat serta satu unit motor penjernih air.
Peralatan tersebut diharapkan membantu memastikan komunikasi tetap berjalan, kebutuhan listrik darurat terpenuhi, dan akses air bersih dapat dipertahankan di lokasi pengungsian.
Bantuan Tambahan 45,97 Ton dari Unsur Pentahelix
Selain 120 ton bantuan yang dipimpin BNPB, unsur pentahelix juga mengirim bantuan tambahan seberat 45.971 kilogram atau sekitar 45,97 ton menggunakan armada TNI AU.
Bantuan tambahan tersebut dikirim melalui empat sortie.
Airbus A-4002 Angkut 22,01 Ton
Pesawat Airbus A-4002 membawa total 22.010 kilogram bantuan.
Dari Sekretariat Presiden (Setpres), bantuan terdiri atas 2.000 paket sembako seberat 11.000 kilogram, 500 dus biskuit seberat 2.500 kilogram, dan 375 dus Pop Mie seberat 750 kilogram.
Polda mengirim 500 dus mi instan seberat 1.500 kilogram dan 250 dus air mineral ukuran 1,5 liter seberat 4.750 kilogram.
Sementara Kementerian Pertahanan mengirim satu unit motor Viar penjernih air seberat 1.500 kilogram dan 10 unit Starlink.
Boeing A-7304 Bawa Hampir 4 Ton
Boeing A-7304 membawa total 3.969 kilogram bantuan.
Bantuan tersebut terdiri atas 373 paket sembako dan 250 dus biskuit dari Setpres, serta satu set peralatan dapur dari Tim Manguni 86.
Boeing A-7305 Angkut Hampir 10 Ton
Boeing A-7305 membawa total 9.997 kilogram bantuan.
Setpres mengirim 1.000 paket sembako dan 250 dus biskuit. Polda turut mengirim 366 dus mi instan dan 100 dus air mineral.
Boeing A-7306 Bawa Hampir 10 Ton
Boeing A-7306 mengangkut total 9.995 kilogram bantuan.
Setpres mengirim 1.000 paket sembako, 250 dus biskuit, dan 1.000 dus Pop Mie.
Sementara OT Group mengirim 250 dus Teh Gelas dan 40 dus biskuit.
Gotong Royong Percepat Pemulihan Gempa NTT
Pengiriman bantuan tersebut menunjukkan gotong royong berbagai unsur dalam penanganan dampak gempa NTT.
Bantuan tidak hanya berfokus pada kebutuhan makanan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan warga memiliki tempat berlindung, akses komunikasi, listrik darurat, air bersih, serta perlengkapan dasar selama berada di pengungsian.
BNPB berharap distribusi logistik dan peralatan tersebut dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.***













