Gubernur Khofifah Pastikan Ground Breaking SRRL 2027, Jatim–Jerman Perkuat Kerja Sama Strategis

Gubernur Khofifah Pastikan Ground Breaking SRRL 2027, Jatim–Jerman Perkuat Kerja Sama Strategis

MAKLUMATGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan itu, Khofifah memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) akan memasuki tahap ground breaking pada 2027.

Khofifah menegaskan bahwa proyek SRRL menjadi solusi utama transportasi publik di kawasan Aglomerasi Surabaya. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa, khususnya melalui KfW Development Bank.

“Kami menargetkan ground breaking pada 2027. Proyek ini akan mempercepat mobilitas, menurunkan biaya transportasi, dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” ujar Khofifah.

Pemprov Jatim mengembangkan SRRL Fase 1 pada lintasan Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo sepanjang sekitar 22 kilometer. Proyek itu mencakup elektrifikasi jalur dan pembangunan jalur ganda kereta api. Pemerintah menargetkan layanan ini mengangkut lebih dari 200 ribu penumpang per hari dan melayani lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama operasional.

Khofifah menjelaskan bahwa proyek SRRL telah masuk Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Pemprov Jatim juga menandatangani loan agreement senilai 297 juta euro dengan KfW Development Bank pada 30 Juni 2025.

Selain transportasi, Khofifah memperkuat kerja sama mitigasi perubahan iklim. Ia mendorong kolaborasi pengelolaan sampah, termasuk pengembangan sistem pengolahan sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang.

Di sektor kesehatan, Khofifah meminta Jerman memperluas kerja sama dari penyediaan alat kesehatan ke program mentoring dokter spesialis. Ia menilai pendampingan tersebut akan memperkuat peran RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan internasional.

Baca Juga  Tarik Ulur Kenaikan PPN 12% Per 1 Januari 2025, Ditunda atau Lanjut?

“Jika teknologi kesehatan berjalan bersama mentoring dokter spesialis dari Jerman, kualitas layanan kesehatan Jatim akan meningkat signifikan,” tegasnya.

Khofifah juga mendorong kerja sama pendidikan vokasi. Ia meminta dukungan program short course bagi guru dan siswa untuk menyerap sistem vokasi Jerman yang dinilai maju dan aplikatif.

“Kami ingin menyiapkan SDM yang siap bersaing secara global. Dunia kerja hari ini membutuhkan skill, bukan sekadar school,” katanya.

Duta Besar Jerman Ralf Beste menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pembangunan Jawa Timur. Ia menyebut Jawa Timur sebagai wilayah strategis dan game changer di Indonesia.

“Kami siap mendukung pengembangan transportasi publik, transisi energi, dan agenda iklim di Jawa Timur,” ucap Ralf Beste.

Head of Cooperation EU Delegation Jerome Pons menambahkan bahwa Uni Eropa melalui inisiatif Global Gateway akan terus memperkuat investasi di sektor digital, energi, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan riset.

“Kami menargetkan investasi berkualitas tinggi dengan standar sosial dan lingkungan tertinggi. Jawa Timur menjadi mitra strategis kami di Indonesia,” kata Pons.

Pemprov Jatim optimistis pertemuan ini akan mempercepat realisasi proyek strategis di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan vokasi, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *