MAKLUMAT — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Australia, yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia.
Kegiatan tersebut dihadiri para kader dan simpatisan Muhammadiyah, serta staf akademik Muhammadiyah Australia College (MAC). Dalam konteks diaspora, pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk merawat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebersamaan di negeri perantauan.
Dalam sambutannya, Ketua PCIM Australia, Yudhistira Nugraha, menekankan pentingnya langkah strategis Muhammadiyah di Australia. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan kiprahnya di negeri kanguru itu, termasuk dalam pendirian dan penguatan amal usaha di berbagai bidang.
“Kami mulai mengeksplorasi kemungkinan pengembangan amal usaha lain di Australia. Namun, langkah ini tetap harus dijalankan dalam koordinasi dan integrasi yang erat dengan Muhammadiyah di Indonesia agar visi, nilai, dan orientasi gerakan tetap berjalan seiring,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PCIM Australia periode 2023-2025, Hamim Jufri, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat kontribusi umat dalam kehidupan sosial, terutama di tengah tantangan masyarakat yang majemuk.
“Ukhuwah Islamiyah harus terus dirawat. Karena dari sanalah kekuatan umat dibangun untuk memberi manfaat yang lebih luas dalam kehidupan sosial,” katanya.
Hal tersebut, lanjut Hamim, sangat relevan bagi komunitas Muslim Indonesia yang hidup di luar negeri, khususnya dalam menjaga identitas dan tetap menghadirkan kontribusi positif di lingkungan multikultural.
Di sisi lain, Konsul Sosial Budaya KJRI Melbourne, Dikmas Sulistyo, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PCIM dan PCIA Australia tersebut.
Ia menilai, kehadiran Muhammadiyah di Australia telah memberikan sumbangsih dan kontribusi penting dalam membangun komunitas Indonesia yang solid dan produktif di luar negeri.
“Muhammadiyah memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring sosial masyarakat Indonesia di Australia. Kehadirannya memberi kontribusi nyata dalam membangun komunitas yang solid, produktif, dan berdaya guna,” terang Dikmas.
PCIM dan PCIA Australia berharap melalui kegiatan silaturahmi dan halal bihalal tersebut, jejaring komunitas Indonesia di Australia, khususnya komunitas Muhammadiyah, menjadi semakin kuat dan solid.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antaranggota Persyarikatan, sekaligus mendorong pengembangan institusi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Australia, khususnya dalam bidang pendidikan maupun sosial-keagamaan.














