PBNU Bakal Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Pekan Depan

gus ipul

​MAKLUMAT– PBNU bakal putuskan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU atau Muktamar NU 2026 pada pekan depan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengonfirmasi rencana tersebut saat ditemui jurnalis di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026).

​Gus Ipul mengungkapkan lima daerah meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, NTB, dan Sumatera Barat telah menyatakan kesediaan penuh untuk menjadi arena pesta demokrasi lima tahunan warga Nahdliyin tersebut. Agenda akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 mendatang.

​PBNU mengagendakan rapat khusus pada minggu depan untuk mendengarkan langsung paparan komparatif dari tim lapangan.

​”Pekan depan, Insya Allah akan diadakan rapat untuk mendengarkan laporan-laporan tim survei, dan kalau memungkinkan nanti akan diputuskan tempatnya di mana,” kata Gus Ipul.

​Tim verifikasi bentukan PBNU sendiri tengah gencar menyisir kelayakan sejumlah pondok pesantren di lima provinsi kandidat. Di Jawa Timur, tim membidik dua pesantren legendaris, yakni Pesantren Lirboyo di Kediri dan Pesantren Tambakberas di Jombang. Sementara untuk wilayah DKI Jakarta, panitia menyiapkan tiga pondok pesantren sebagai objek penilaian kelayakan.

Baca Juga  Jatim Unggul Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Faktor Khofifah dan Basis Kultural Jadi Penentu

​Ia mengungkapkan PBNU telah menetapkan standar penilaian yang ketat dan tidak main-main. Setidaknya ada tiga variabel utama yang menjadi kompas penentu kelayakan calon tuan rumah, yaitu aksesibilitas transportasi, skema pembiayaan, serta kesiapan sarana-prasarana penunjang.

​”Tempat yang kita pilih itu sekaligus dinilai kelayakan daya dukungnya, ya kan,” jelas mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.

​Langkah selektif ini wajib ditempuh lantaran lokasi terpilih harus mampu menjamin kenyamanan luapan massa. Panitia memproyeksikan perhelatan ini akan mengumpulkan massa dalam jumlah masif, melampaui kapasitas kegiatan organisasi biasa.

​”Yang memungkinkan bisa menampung peserta lebih dari 3.000, belum lagi ada peninjau, pengunjung, yang itu diperkirakan bisa lebih dari 5-10.000,” jelas Gus Ipul.

​Guna mengimbangi kesiapan logistik, PBNU secara paralel terus mengebut proses administrasi kepesertaan. Saat ini, organisasi sedang merampungkan Daftar Peserta Sementara (DPS) yang telah melewati proses verifikasi dan validasi ketat. PBNU menargetkan ketukan palu final untuk Daftar Peserta Tetap (DPT) Muktamar Ke-35 NU rampung paling lambat pada pertengahan Juli 2026.

​Taruhan Reputasi Manajemen Kolosal NU di Tahun 2026

​Keterbukaan Gus Ipul mengenai tenggat waktu penentuan lokasi mengindikasikan bahwa PBNU sedang berkejaran dengan waktu demi mematangkan manajemen risiko. Menampung hingga 10.000 orang di lingkungan pesantren bukanlah perkara mudah; ini adalah ujian nyata bagi ketahanan infrastruktur lokal.

Baca Juga  Sebut NU Dalam Kondisi Darurat, KH Anis Maftuhin Minta Muktamar Ke-35 Bebas Intimidasi

​Tiga parameter yang disebut (transportasi, biaya, prasarana) menunjukkan pergeseran gaya manajerial PBNU yang kini jauh lebih modern dan pragmatis. PBNU tidak lagi sekadar melihat kedekatan emosional atau historis suatu pesantren, melainkan mengkalkulasi daya dukung riil secara matematis.

Siapa pun daerah yang terpilih pekan depan, mereka memikul beban berat untuk membuktikan bahwa infrastruktur tradisional berbasis pesantren mampu menjawab tantangan gelaran kolosal skala nasional.