HW FC Lepas 23 Pemain untuk Piala Soeratin

HW FC

MAKLUMAT — Hizbul Wathan (HW) FC akan berlaga dalam ajang Piala Soeratin di Situbondo. Presiden Klub HW FC, Ir Sudarusman, menjelaskan persiapan timnya dalam agenda pelepasan tim yang berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Selasa (18/8/2026).

Sebagai informasi, HW FC merupakan klub milik PWM Jawa Timur yang telah mengikuti berbagai kompetisi. Pada ajang Piala Soeratin kali ini, mereka ada di zona Jawa Timur bersama PSHW Ponorogo, Pasuruan United, dan lain sebagainya.

”Bukan hanya soal prestasi. Ini juga adalah bentuk perkaderan melalui sepakbola,” kata Sudarusman kepada wartawan Maklumat.id di Kantor PWM Jawa Timur.

Sudarusman mengatakan para pemain HW FC berasal dari hasil seleksi yang dilakukan dari sejumlah sekolah Muhammadiyah. Seleksi tersebut tidak terbatas pada pemain dari Jawa Timur.

Tim juga membuka kesempatan bagi pemain dari daerah lain selama memenuhi standar yang ditetapkan. “Paling jauh dari Jawa Tengah,” ujarnya.

Sudarusman menyebut tim akan berada di Situbondo selama sekitar enam hari. HW FC memulai perjalanan kompetisi dari babak 64 besar dan akan berusaha melewati setiap tahapan hingga mencapai final.

“Ini dari 64 besar. Jadi nanti setelah itu menjadi 32, biasanya nanti menjadi 16, delapan, empat, dua, sampai final,” jelasnya.

Baca Juga  Profil Singkat Rido Kurnianto, Rektor Baru UMPO

Dalam persiapan kali ini, HW FC membawa 23 pemain yang didampingi empat pelatih berlisensi. Tim juga akan mendapat dukungan dari pihak direktur klub serta unsur Persyarikatan selama mengikuti kompetisi.

Sudarusman menjelaskan HW FC juga membawa pendekatan pembinaan yang berbeda dari sebelumnya. Klub ingin menjadikan sepak bola sebagai bagian dari proses kaderisasi dengan memperkuat pemahaman pemain terhadap Muhammadiyah.

“Kita sudah merubah dari HW yang 32 kemarin, yang telah berprestasi, menjadi HW ideologis saat ini. Jadi kita lebih menekankan pada tataran bagaimana mereka menjiwai Persyarikatan. Walaupun orientasi tetap ke prestasi,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan diterapkan melalui pola pembinaan selama para pemain berada di dalam tim. Prestasi tetap menjadi tujuan dalam kompetisi, tetapi klub juga ingin pemain mengenal nilai dan kehidupan Persyarikatan melalui sepak bola.

“Sehingga pola pembinaannya lebih ditekankan juga pada kekuatan ideologis,” ujarnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki