24.6 C
Malang
Jumat, April 4, 2025
16.4 C
Los Angeles
Jumat, April 4, 2025
KilasIdulfitri di Negeri Seberang: Antara Kesederhanaan Tunisia dan Kemegahan Turki

Idulfitri di Negeri Seberang: Antara Kesederhanaan Tunisia dan Kemegahan Turki

Idulfitri
Suasana PCIM Turki merayakan Idulfitri 1446 hijriah di negeri rantau. Foto:Muhammadiyah

MAKLUMATIdulfitri selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagaimana suasana lebaran di negeri rantau? Bagi warga negara Indonesia (WNI) di Tunisia dan Turki, perayaan Idulfitri menghadirkan pengalaman unik yang berbeda dari tradisi di tanah air. Meski jauh dari kampung halaman, mereka tetap berusaha menghadirkan nuansa kebersamaan di tengah budaya yang berbeda.

Perayaan lebaran di Tunisia. Mereka lebih memilih bersantai di kafe usai Salat Id. Foto:Muhammadiyah

Lebaran di Tunisia

Di Tunisia, perayaan Idulfitri tidak semeriah di Indonesia dan bahkan tidak se-eksklusif Iduladha. Namun, hal itu tidak mengurangi antusiasme WNI yang menetap di sana. Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tunisia, Naufal Sholahuddin, menuturkan bahwa WNI di Tunisia biasanya berkumpul di Wisma Duta Republik Indonesia setelah melaksanakan salat Id.

“Idulfitri di sini memang lebih sederhana, tetapi bagi kami yang jauh dari rumah, ini menjadi momen berharga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi,” ujar Naufal dilansir dari laman Muhammadiyah.

Berlebaran di luar negeri membawa makna tersendiri bagi para mahasiswa dan pekerja Indonesia. Momen ini menjadi pengingat tentang pentingnya kebersamaan dan solidaritas di perantauan.

Namun, ada satu hal yang berbeda dengan di Indonesia: budaya mudik hampir tidak ada. “Karena mayoritas WNI di sini adalah mahasiswa, mereka tidak bisa mudik saat Idulfitri. Biasanya mereka baru pulang ke Indonesia saat libur musim panas,” tambah Naufal.

Ada pula kebiasaan unik masyarakat Tunisia pasca-salat Id. Tidak seperti di Indonesia yang identik dengan kunjungan keluarga dan hidangan khas, warga Tunisia yang tidak bekerja pada hari itu lebih memilih untuk bersantai di kafe.

“Budaya di sini terpengaruh oleh Eropa, khususnya Prancis. Setelah salat Id, ada yang langsung kembali bekerja, ada juga yang memilih untuk duduk di kafe menikmati kopi dan berbincang santai,” jelasnya.

Meski berbeda dari tradisi di tanah air, WNI di Tunisia tetap berusaha menjadikan Idulfitri sebagai momen kebersamaan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Kemegahan Idulfitri di Turki

Berbeda dengan Tunisia, perayaan Idulfitri di Turki terasa lebih meriah. Ketua PCIM Turki, Ahmad Dhiyaul Haq, menjelaskan bahwa masyarakat Turki memiliki tradisi khas yang menjadikan Idulfitri sebagai momen istimewa.

“Di Turki, tradisi berkunjung ke rumah keluarga sangat dijaga. Anak-anak yang datang biasanya diberikan uang atau permen. Di meja tamu, hampir selalu ada hidangan manis seperti baklava dan kue kering,” ungkap Dhiyaul.

Sebagai negara dengan sejarah panjang dalam peradaban Islam, Turki memiliki suasana yang sangat khas saat Idulfitri. Masjid-masjid besar seperti Hagia Sophia menjadi pusat perayaan.

Suasana kota, khususnya di Istanbul, juga tetap ramai dengan aktivitas warga. Transportasi umum beroperasi seperti biasa, dan tempat wisata serta restoran tetap buka, memberikan warna tersendiri bagi suasana Idulfitri di sana.

Dalam menyambut hari raya, PCIM Turki turut aktif mengoordinasikan kegiatan bersama WNI di sana. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pembuatan video tutorial tata cara salat Id di Turki.

“Di sini masyarakat umumnya mengikuti mazhab Hanafi, yang memiliki beberapa perbedaan dalam tata cara salat Id dibandingkan dengan di Indonesia. Oleh karena itu, kami merasa perlu membuat video edukasi untuk membantu masyarakat memahami perbedaan ini,” jelas Dhiyaul.

Perayaan Idulfitri di Turki tidak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi para WNI yang menetap di sana. Tradisi khas, hidangan lezat, serta suasana masjid dan kota yang meriah menjadikan Idulfitri di negeri dua benua ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Lebaran di perantauan memang tidak selalu mudah, tetapi di Tunisia dan Turki, WNI tetap berupaya menghadirkan nuansa kebersamaan dan keceriaan. Meski jauh dari keluarga, semangat Idulfitri tetap terasa dalam setiap silaturahmi, doa, dan kebersamaan yang mereka bangun. Sebab, lebih dari sekadar perayaan, Idulfitri adalah momen untuk kembali menyatukan hati dan merayakan kemenangan bersama.***

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT © 2025 By Dream Design

ARTIKEL LAINNYA

Populer