Indonesia Jajaki Pembelian 40 Jet Tempur JF-17 Thunder dari Pakistan

Indonesia Jajaki Pembelian 40 Jet Tempur JF-17 Thunder dari Pakistan

MAKLUMATPemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pertahanan dengan Pakistan, termasuk rencana pembelian jet tempur JF-17 Thunder. Ketertarikan itu mengemuka setelah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan resmi ke Islamabad, Senin (12/1/2026).

Dalam lawatan tersebut, Sjafrie bertemu sejumlah pejabat tinggi Pakistan, yakni Menteri Produksi Pertahanan Muhammad Raza Hayat Harraj, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, serta Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu.

Sejumlah sumber keamanan yang mengetahui pertemuan itu menyebutkan, pembahasan mencakup potensi penjualan jet tempur JF-17 Thunder serta drone tempur jenis Shahpar-II. Informasi tersebut dikutip dari laporan Reuters.

Salah satu sumber menyatakan, diskusi secara khusus menyoroti kemungkinan pengadaan jet tempur JF-17, pesawat multiperan hasil pengembangan bersama Pakistan dan China. Selain jet tempur, Indonesia juga disebut tertarik pada drone Shahpar-II yang mampu menjalankan misi pengintaian dan serangan.

Dua sumber lainnya mengungkapkan, pembicaraan telah memasuki tahap lanjutan dan melibatkan lebih dari 40 unit jet JF-17. Meski demikian, belum ada pembahasan detail mengenai jadwal pengiriman maupun skema kontrak jangka panjang.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan, pertemuan tersebut masih bersifat penjajakan. Menurutnya, kedua negara membahas kerja sama pertahanan secara umum, termasuk dialog strategis, penguatan komunikasi antarlembaga, serta peluang kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Baca Juga  Pacuan Kuda Gayo: Denyut Tradisi, Identitas, dan Jalan Prestasi

“Belum ada keputusan konkret yang dihasilkan dari pertemuan tersebut,” kata Rico.

Militer Pakistan juga mengonfirmasi pertemuan antara Menhan Sjafrie dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Dalam pernyataannya, Pakistan menyebut pembicaraan difokuskan pada penguatan kerja sama pertahanan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *