MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Pacitan menggelar sosialisasi Panduan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) 2026 secara daring melalui platform Google Meet, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan FORTASI sebagai bagian dari sistem kaderisasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Sosialisasi diikuti 13 peserta yang merupakan perwakilan ranting IPM se-Kabupaten Pacitan. Sekretaris Bidang Perkaderan PD IPM Pacitan, Fedi Alfian Darmawan, hadir sebagai narasumber dan memaparkan panduan pelaksanaan FORTASI secara menyeluruh.
Materi yang disampaikan meliputi tema kegiatan, pembentukan kepanitiaan, mekanisme kepesertaan, materi wajib, pengelolaan kegiatan, hingga sistem monitoring dan evaluasi. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari persiapan agar pelaksanaan FORTASI di setiap sekolah Muhammadiyah mengacu pada pedoman resmi organisasi.
“FORTASI merupakan pintu masuk kaderisasi bagi pelajar Muhammadiyah. Karena itu, seluruh panitia harus memahami panduan pelaksanaan agar orientasi yang diberikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan kepemimpinan kepada peserta,” ujar Fedi.
Menurutnya, seluruh materi dalam FORTASI harus mengacu pada panduan resmi IPM agar memiliki standar pelaksanaan yang sama di seluruh sekolah Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, materi wajib dalam FORTASI mencakup pengenalan Persyarikatan Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, penguatan karakter pelajar, pengembangan intelektual, kepedulian sosial, hingga keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam kehidupan sekolah maupun organisasi.
“FORTASI dirancang agar peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus memahami identitas Muhammadiyah dan IPM. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat belajar, kepedulian sosial, serta keterampilan yang bermanfaat bagi perkembangan mereka,” jelasnya.
Selain membahas materi kaderisasi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai penyusunan kepanitiaan, pembagian tugas, serta pengelolaan kegiatan agar pelaksanaan FORTASI berjalan tertib dan sesuai tujuan. Monitoring dan evaluasi juga menjadi salah satu materi yang dibahas sebagai upaya mengukur keberhasilan pelaksanaan sekaligus menjadi bahan penyempurnaan kegiatan pada periode berikutnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan teknis pelaksanaan FORTASI di sekolah masing-masing. Peserta juga mendiskusikan penyesuaian kegiatan dengan kondisi sekolah tanpa mengabaikan ketentuan dalam panduan resmi.
Salah seorang peserta mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut karena memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai standar penyelenggaraan FORTASI.
“Melalui sosialisasi ini, kami menjadi lebih memahami standar pelaksanaan FORTASI sehingga dapat mempersiapkan kegiatan di sekolah dengan lebih baik dan sesuai pedoman organisasi,” ungkapnya.
PD IPM Pacitan berharap seluruh pimpinan ranting IPM di sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat melaksanakan FORTASI 2026 secara tertib, seragam, dan sesuai pedoman organisasi sehingga proses kaderisasi pelajar Muhammadiyah dapat berjalan lebih efektif bagi peserta didik baru.***
*) Penulis: Edi Susanto













