Negosiasi Tahap II Menggantung, Iran Masih Kaji Pesan AS via Pakistan

Iran Tunda Negoisasi

MAKLUMAT – Iran belum menentukan kelanjutan negosiasi putaran kedua dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan baru diambil setelah hasil pertemuan dengan delegasi Pakistan yang dipimpin Panglima Angkatan Darat, Marsekal Lapangan Asim Munir, dikaji lebih lanjut.

“Setelah pertemuan delegasi Pakistan hari ini, Rabu, tim Iran akan melakukan peninjauan yang diperlukan dan kemudian keputusan akan dibuat tentang putaran negoisasi berikutnya,” ujar sumber kepada kantor berita Tasnim, dikutip Rabu (15/5/2026).

Sumber tersebut menambahkan, situasi gencatan senjata di Lebanon menjadi salah satu faktor penting. Kondisi itu dinilai bisa menjadi “sinyal positif” bagi Iran dalam menentukan langkah berikutnya.

Iran juga mengingatkan AS agar tidak mengganggu proses diplomasi. Washington diminta mematuhi kerangka negoisasi yang logis serta tidak mengajukan tuntutan berlebihan atau melanggar komitmen sebelumnya.

AS Siap, Iran Pasang Syarat

Di sisi lain, media Amerika melaporkan kesiapan AS untuk memulai putaran baru perundingan. Namun, pihak Iran tetap menekankan bahwa negoisasi hanya bisa berjalan jika prinsip-prinsip dasar dipatuhi.

Kehadiran Asim Munir di Teheran menjadi bagian dari upaya menjembatani komunikasi kedua negara. Ia memimpin delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari unsur diplomatik, keamanan, dan teknis.

Rombongan tersebut tiba di ibu kota Iran pada Rabu. Misinya jelas: menyampaikan pesan dari AS sekaligus membuka peluang pertemuan lanjutan.

Pakistan Kian Sentral

Delegasi Munir bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Pertemuan itu diharapkan memberi arah baru bagi proses diplomasi yang masih berlangsung tidak langsung antara Teheran dan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, sebelumnya telah mengonfirmasi kunjungan tersebut. Ia menegaskan komunikasi tidak langsung antara kedua negara masih berjalan.

Peran Pakistan pun kian menonjol sebagai mediator. Apalagi, gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS yang dimediasi Islamabad masih bertahan.

Ke depan, Islamabad disebut berpeluang menjadi lokasi putaran kedua negoisasi. Sebelumnya, pertemuan awal di sana belum menghasilkan kesepakatan konkret. *