MAKLUMAT — Di tengah berbagai tantangan peradaban modern, gagasan Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah semakin menemukan relevansinya. Islam Berkemajuan bukanlah konsep yang lahir secara tiba-tiba, melainkan buah dari perjalanan panjang pemikiran dan gerakan dakwah Muhammadiyah sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912.
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan tajdid atau pembaruan yang berupaya menghadirkan ajaran Islam yang murni sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman. K.H. Ahmad Dahlan memahami bahwa umat Islam tidak cukup hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Pada masa kolonial, Islam Berkemajuan diwujudkan melalui pendirian sekolah modern, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pembinaan kaum perempuan melalui Aisyiyah. Langkah tersebut merupakan terobosan besar pada zamannya karena memperlihatkan bahwa agama bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi kekuatan transformasi sosial.
Memasuki masa kemerdekaan, Muhammadiyah terus memainkan peran strategis dalam pembangunan bangsa. Ribuan sekolah, madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga sosial didirikan sebagai bentuk nyata pengamalan Islam yang membawa kemajuan. Islam tidak diposisikan sebagai penghambat perubahan, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Dalam perspektif Muhammadiyah, kemajuan bukan sekadar pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi. Kemajuan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai moral, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Karena itu, Islam Berkemajuan selalu menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen penting dalam membangun peradaban.
Pada era globalisasi dan revolusi digital saat ini, Islam Berkemajuan semakin memperoleh makna baru. Dunia menghadapi berbagai persoalan kompleks, mulai dari krisis lingkungan, disrupsi teknologi, kesenjangan sosial, konflik kemanusiaan, hingga degradasi moral. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah menawarkan pendekatan Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada solusi.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Haedar Nashir, konsep Islam Berkemajuan terus diperkuat sebagai paradigma gerakan yang tidak hanya berfokus pada umat Islam, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan universal. Muhammadiyah aktif terlibat dalam isu-isu pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi, serta perdamaian dunia.
Konteks kekinian menunjukkan bahwa umat Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualitas. Kecerdasan buatan, transformasi digital, dan perkembangan ilmu pengetahuan harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Islam Berkemajuan mengajarkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari amanah keagamaan yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan.
Di bidang pendidikan, Islam Berkemajuan mendorong lahirnya generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral. Pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Inilah yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah sejak dahulu hingga sekarang.
Sementara itu, dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, Islam Berkemajuan mengingatkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, pencemaran lingkungan, dan kerusakan ekosistem harus menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari amanah keagamaan.
Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi sosial, Islam Berkemajuan juga hadir sebagai jalan tengah yang mengedepankan dialog, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan. Muhammadiyah meyakini bahwa keberagaman merupakan realitas sosial yang harus dikelola dengan bijaksana demi terwujudnya persatuan bangsa.
Oleh karena itu, Islam Berkemajuan bukan hanya slogan organisasi, melainkan visi peradaban yang terus hidup dari zaman ke zaman. Ia menghubungkan kemurnian ajaran Islam dengan dinamika modernitas, mengintegrasikan iman dengan ilmu, serta memadukan kesalehan individu dengan tanggung jawab sosial.
Ke depan, tantangan yang dihadapi umat dan bangsa akan semakin kompleks. Namun, selama nilai-nilai Islam Berkemajuan terus dijadikan pedoman, Muhammadiyah akan tetap menjadi salah satu kekuatan moral dan sosial yang berkontribusi dalam membangun Indonesia yang maju, berkeadaban, dan berkemajuan. Sebab pada hakikatnya, Islam Berkemajuan adalah ikhtiar untuk menghadirkan rahmat bagi seluruh alam melalui ilmu, amal, dan peradaban yang mencerahkan.













