MAKLUMAT — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung mengungkapkan pesan yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto, usai dirinya dilantik secara resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Rocky menekankan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis, dalam menjalankan tugas memberikan pertimbangan kepada presiden. “Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis,” ujarnya.
Kedudukan etis tersebut, kata dia, berkaitan dengan kemampuan anggota Wantimpres melihat dampak dari sebuah kebijakan sekaligus memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar tetap sejalan dengan visi presiden.
“Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat excess-excess dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi presiden. Itu fungsi normatif dari dewan,” jelasnya.
Rocky menjelaskan, fungsi normatif Wantimpres mencakup evaluasi terhadap kebijakan serta pemberian masukan berdasarkan tanggung jawab etis masing-masing anggota.
Wantimpres, kata Rocky, juga harus ikut memantau perkembangan situasi politik dan kebudayaan. Meski begitu, ia menekankan bahwa setiap pembahasan di dalam Wantimpres harus berlandaskan tanggung jawab etis pribadi masing-masing anggota, bukan kepentingan kelompok.
“Jadi, semua hal yang akan dibicarakan di dalam dewan didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota. Bukan tanggung jawab kelompok, tanggung jawab etis,” tegasnya.
Bukan Menjawab Persoalan Teknis Harian
Rocky juga menilai anggota Wantimpres perlu mengambil jarak dari berbagai peristiwa konkret. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar anggota dewan dapat melakukan kontemplasi dan evaluasi sebelum memberikan pertimbangan kepada presiden.
Menurut dia, Wantimpres tidak dibentuk hanya untuk menjawab persoalan teknis sehari-hari.
“Jadi, Dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian, diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” katanya.
Diperlukan Keahlian dan Ketajaman
Rocky kemudian mengibaratkan Wantimpres sebagai oversight committee atau komite pengawas yang dalam konteks perusahaan memiliki fungsi memberikan pengawasan dan pertimbangan.
Namun, karena Wantimpres berkaitan dengan kepentingan publik, dia menilai keahlian dan ketajaman naluri tetap diperlukan.
Para anggota, kata Rocky, harus berani menunjukkan hal-hal yang dinilai keliru dalam persepsi publik terhadap kekuasaan.
“Tapi karena ini urusan publik maka keahlian diperlukan. Ketajaman naluri harus diandalkan dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” tandas Rocky.***











