MAKLUMAT — Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kediri Raya menggelar kegiatan bertajuk Jagongan FOKAL IMM Kediri Raya Jilid II di Pendopo Kelurahan Kampung Dalem, Kota Kediri pada Ahad malam (24/5/2026).
Kegiatan bertemakan Guyub Kader, Guyub Rezeki ini digelar untuk mempererat solidaritas kader sekaligus menyambut Milad Muhammadiyah ke-117 Hijriah. Ketua FOKAL IMM Kediri Raya Moch Mahbuba mengatakan, pertemuan ini menjadi ruang silaturahim bagi kader dan alumni IMM di Kediri Raya.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk membicarakan bagaimana arah gerakan alumni IMM Kediri Raya ke depannya. Menurut Mahbuba, kader saat ini perlu bergerak lebih konkret dalam menghadapi situasi sosial dan politik yang berkembang.
“Kalau kita membaca narasi politik di luar sana, dikatakan bahwa kini sudah eranya kemunduran. Namun yang perlu diingat adalah semua kondisi politik sekarang bisa dikendalikan. Kalau hanya omon-omon saja sudah tidak berguna. Semuanya butuh aksi,” katanya.
Adapun tema Guyub Kader, Guyub Rezeki dipilih untuk mendorong kader IMM tidak hanya kuat secara ideologis dan intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Mahbuba menjelaskan bahwa sebagai wujud implementasi gerakan kolaborasi ke depan, semua aktor harus mampu berdaya secara ekonomi.
“Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, membuka peluang kerja sama, memperkuat penataan ekonomi kader, hingga memperluas peluang karir bagi sesama alumni dan kader IMM,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi lanjutan agenda serupa yang terakhir digelar pada 1 Juni 2025 lalu. Jagongan kali ini pun menghadirkan alumni IMM Kediri dari berbagai latar belakang profesi. Mereka sedang menekuni karir di berbagai bidang, mulai dari hukum, pangan, peternakan, literasi, hingga bisnis online.
“Tema Guyub Kader, Guyub Rezeki dipilih karena kami berharap kader dan alumni IMM tidak hanya kuat secara ideologis dan intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Forum ini dimaksudkan sebagai ruang berbagi cerita, peluang kerja sama, dan saling mendukung dalam penataan ekonomi kader sampai peluang karir,” katanya.
Salah satu alumni yang kini menjadi Sekretaris LHKP PDM Kota Kediri, Muhammad Bahrul Ulum menilai kemandirian ekonomi kader menjadi salah satu aspek penting dalam membangun gerakan yang berdaya dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata penguatan ekosistem kader Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak di ranah dakwah dan sosial, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Menurutnya, forum informal seperti jagongan ini dapat melahirkan berbagai kolaborasi dan peluang baru di antara alumni dan kader IMM. Kemandirian ekonomi penting agar kader IMM dapat tumbuh lebih kuat dan mandiri dalam menghadapi tantangan zaman.
“Kita jika ingin sukses harus berani menabrak pohon besar. Analoginya jika ada pohon besar terus kita pohon kecil, kita akan kalah. Maka yang kita lakukan adalah harus menebang pohon yang besar ini agar mati dan kita akan bisa tumbuh besar,” ujarnya.













