MAKLUMAT – Upaya preventif terhadap kesehatan hewan kurban dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember memperketat pengawasan di sejumlah lapak penjualan hewan.
Pemeriksaan dilakukan oleh Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) bersama Bidang Peternakan DKPPP Jember. Langkah itu sebagai antisipasi penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet DKPPP Jember drh. Henry Kurniawan Mulyodiputro mengatakan, pemeriksaan dilakukan melalui monitoring langsung ke lapak-lapak penjualan hewan kurban di berbagai kecamatan.
”Monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan upaya preventif yang sangat penting untuk menjamin kualitas hewan kurban sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh hewan yang dijual di lapak memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan sesuai ketentuan,” kata Henry, Selasa (19/5/2026).
Dalam pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan, petugas mengecek kondisi fisik hewan. Mulai dari nafsu makan, aktivitas, kondisi mata, hidung, mulut, kulit, hingga anggota gerak. Pengawasan juga difokuskan pada deteksi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, serta penyakit zoonosis lain yang berpotensi menular ke manusia.
Selain pemeriksaan, petugas memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat. Hewan dinyatakan layak apabila cukup umur, tidak cacat, memiliki kondisi tubuh baik, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.
DKPPP Jember juga menyiapkan langkah penanganan apabila ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hewan tersebut akan dipisahkan dan direkomendasikan untuk tidak diperjualbelikan guna mencegah risiko penularan.
Sebagai jaminan bagi masyarakat, hewan yang lolos pemeriksaan akan memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Petugas turut memasang stiker penanda pada lapak yang telah diperiksa dan memenuhi standar kesehatan.
Henry mengatakan, monitoring tersebut juga menjadi sarana pembinaan kepada pedagang dan peternak terkait kebersihan kandang dan manajemen pemeliharaan hewan. ”Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan pembinaan terkait manajemen pemeliharaan hewan, kebersihan kandang, serta penanganan hewan sakit. Harapannya, kualitas peternakan di Kabupaten Jember semakin meningkat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban secara aman, nyaman, dan sesuai ketentuan kesehatan maupun syariat. (*)













