MAKLUMAT — Milad KOKAM sekaligus Launching Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah telah digelar di Kantor PWM Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah yang akan berlangsung di Surabaya pada 2027 mendatang.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur, M. Anang Nafiuzzaki, menyampaikan apresiasi atas arahan PP Pemuda Muhammadiyah dalam mempersiapkan agenda tersebut.
Ia juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Muktamar XIX.
“Terima kasih atas arahan PP Pemuda yang memaksimalkan apa yang akan menjadi kebutuhan besok,” katanya.
Anang mengatakan bahwa PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur akan berupaya mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan Muktamar dengan sebaik-baiknya.
Adapun kepercayaan sebagai tuan rumah akan dijawab dengan kesiapan dari seluruh jajaran Pemuda Muhammadiyah di Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir Tamhid Masyhudi, berharap Pemuda Muhammadiyah terus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Ia mengingatkan pengalaman ketika masih aktif di Pemuda Muhammadiyah yang saat itu banyak berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Dulu saat saya masih menjadi Pemuda Muhammadiyah, selalu bergandengan tangan dengan banyak elemen bangsa,” ujarnya.
Tamhid mengatakan energi kepemudaan perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan selamat atas rangkaian agenda tersebut dan berharap Jawa Timur dapat memberikan pelayanan maksimal selama persiapan hingga pelaksanaan Muktamar.
Perkuat Peran Kebangsaan
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengingatkan kader agar memiliki sikap welas asih dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Menurutnya, sikap tersebut penting agar kader mampu merasakan persoalan orang lain dan kemudian hadir untuk membantu.
“Welas asih. Sehingga kita mudah dalam hal berinteraksi, merasakan penderitaan orang lain. Lalu turun membantunya. Ini harus kita miliki,” jelasnya.
Dzulfikar juga menekankan pentingnya pendirian kader dalam menghadapi berbagai kepentingan. Ia meminta kader tidak mudah dipengaruhi dalam persoalan yang bertentangan dengan nilai-nilai Persyarikatan.
Pemuda Muhammadiyah, kata dia, harus terus hadir dalam kehidupan berbangsa. Untuk menjalankan peran tersebut, kader perlu membangun keteladanan yang berangkat dari ketakwaan.
“Kita harus punya role model. Semua sikap kita harus kita bangun di atas fondasi ketakwaan,” katanya.
Dzulfikar yang juga menjabat Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia itu kemudian mendorong kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus terlibat dalam kehidupan publik.
Ia mengingatkan bahwa niat baik saja tidak cukup untuk mengelola negara karena pejabat publik berhadapan dengan berbagai aturan dan persoalan.
Dzulfikar lalu berpesan bahwa perjalanan karier seseorang juga tidak hanya ditentukan oleh relasi. Integritas dan kapasitas akan diuji ketika seseorang menghadapi godaan maupun persoalan dalam bidang yang dikelolanya.
“Relasi hanya salah satu. Nanti seseorang akan diuji dengan integritas, misalnya saat ada godaan, atau diuji kapasitasnya saat menghadapi masalah dari apa yang dikelolanya,” ujarnya.
Di hadapan kader Pemuda Muhammadiyah yang hadir, Dzulfikar kembali mengingatkan bahwa keterlibatan dalam organisasi tidak dapat dilepaskan dari pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“Jangan lupa bahwa menjadi Pemuda Muhammadiyah adalah dalam rangka mengabdi pada masyarakat dan negara,” pesannya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












