24.6 C
Malang
Jumat, April 4, 2025
SosokJenderal Soedirman, Guru Muhammadiyah dan Panglima TNI Pertama yang Menginspirasi Prabowo

Jenderal Soedirman, Guru Muhammadiyah dan Panglima TNI Pertama yang Menginspirasi Prabowo

Patung Jenderal Besar Sudirman di Jakarta.
Patung Jenderal Besar Soedirman di Jakarta.

MAKLUMAT – Presiden RI Prabowo Subianto menyebut nama salah seorang tokoh besar Muhammadiyah, yang juga figur agung di dunia militer, yakni Jenderal Besar Soedirman.

Dia menyebut nama Jenderal Soedirman ketika memberikan pidato dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 di International Velodrome, Jakarta, Kamis (28/11/2024) lalu.

Awalnya, Prabowo menceritakan kedekatan emosionalnya dengan profesi guru, lantara orang tuanya juga adalah seorang guru.

“Saya merasa ada ikatan batin dengan saudara-saudara karena orang tua saya juga guru. Mungkin karena itu, sejak kecil saya sudah diajarkan bahwa guru adalah pelopor dan pahlawan pembangunan bangsa Indonesia,” ucap Prabowo.

Prabowo menyebut, peran para guru sangat besar dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, bahkan sebelum munculnya tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Hatta, hingga Sutan Syahrir.

Dia lalu menyebut nama Ki Hajar Dewantara serta para ulama di pesantren-pesantren, sebagai guru-guru yang telah menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, keberanian membela kebenaran, keadilan, kejujuran, serta kehormatan dan kedaulatan bangsa.

Prabowo lantas menyebut bahwa Panglima TNI pertama yang juga seorang guru, yakni Jenderal Soedirman. “Kita juga ingat, Panglima TNI yang pertama (Jenderal Soedirman) adalah seorang guru di sekolah Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Sebenarnya tak hanya sekali itu saja Prabowo menyebut nama Soedirman. Mantan Danjen Kopassus tersebut cukup sering dalam pidato maupun sambutannya di berbagai acara menyebut nama Jenderal Soedirman sebagai sosok yang sangat gigih dan ia kagumi.

Prabowo dalam bukunya berjudul ‘Kepemimpinan Militer; Catatan dari Pengalaman’ juga menuliskan profil Jenderal Besar Soedirman sebagai sosok yang menginspirasinya.

Mengenal Jenderal Sudirman

Nama Jenderal Besar Soedirman memang sudah masyhur terdengar sebagai seorang pahlawan dan pejuang. Dia adalah sosok Panglima TNI pertama yang dikenal gigih berjuang, bahkan ketika fisiknya tengah didera sakit.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Soedirman yang merupakan kader Hizbul Wathan (HW) itu ternyata adalah seorang pendidik. Dia adalah seorang guru di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Muhammadiyah di Cilacap, bahkan pernah menjadi kepala sekolah di sana.

Pria kelahiran Purbalingga, 24 Januari 1916 itu memang adalah kader aktif Muhammadiyah, yang juga menjadi pengurus di beberapa organisasi otonom (ortom) atau sayap gerakan Muhammadiyah, seperti HW dan Pemuda Muhammadiyah.

Soedirman juga guru di HIS Muhammadiyah, sebelum ia terjun ke dunia militer dan pada akhirnya didapuk sebagai Panglima TNI pertama.

Sebagai seorang guru, Soedirman juga mengajar soal pelajaran moral yang berlandaskan pada teladan para nabi dan rasul, serta nilai-nilai luhur tradisional.

Dalam perannya sebagai pendidik, Soedirman berperan dalam membentuk karakter dan jiwa nasionalisme pada generasi muda.

Soedirman juga kemudian diangkat sebagai kepala sekolah, kendati ia sebenarnya tidak memiliki ijazah guru. Selama menjadi kepala sekolah itu, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang moderat dan demokratis.

Terjun ke Militer

Keterlibatan aktif Soedirman di organisasi kepanduan HW, membuat semangat dan jiwa nasionalisme serta patriotismenya tumbuh subur dan membuncah.

Soedirman yang pada akhirnya bergabung dalam Pembela Tanah Air (PETA), membuat pengalamannya semakin terasah. Hal inilah yang kemudian menjadi landasan besar yang pada akhirnya mengantarkan Soedirman sebagai seorang tokoh dan pemimpin besar dalam sejarah militer Indonesia.

Salah satu pertempuran yang paling banyak dikenang dalam sejarah Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman adalah pertempuran Ambarawa, yang berhasil memaksa dan memukul mundur pasukan sekutu. Pertempuran itu juga membuat nama Soedirman menjadi perhatian dan diperhitungkan di tingkat nasional.

Jenderal Soedirman lantas dikukuhkan sebagai panglima besar TKR (cikal bakal TNI) pada tanggal 18 Desember 1945.

Jenderal Soedirman juga sangat terkenal di buku-buku sejarah Indonesia, bahkan strategi militer dunia, karena siasat perang gerilya yang ia terapkan dan membuat para penjajah kerepotan.

Melawan Penyakit dan Akhir Hayat

Jenderal Soedirman tutup usia pada tanggal 29 Januari 1950 di Magelang, usai berjuang melawan penyakit tuberculosis (TBC) yang ia derita.

Di akhir perjuangannya sebelum meninggal dunia, bahkan Soedirman masih berjuang dengan gigih demi mempertahankan kedaulatan Indonesia sembari menahan rasa sakit yang menggerogotinya.

Setelah meninggal dunia, Jenderal Besar Soedirman dikenang sebagai sosok pejuang sejati yang sangat gigih dan jujur. Bahkan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nugroho Notosusanto mengaku bahwa Sudirman adalah satu-satunya idolanya. Ia juga menyatakan bahwa masa-masa gerilya Sudirman adalah asal semangat dan ajaran esprit de corps TNI (semangat kebersamaan, kebanggaan, dan jiwa korsa).

Jenderal Soedirman menerima berbagai tanda kehormatan dari pemerintah secara anumerta, termasuk Bintang Sakti, Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra Adipurna, Bintang Mahaputra Pratama, Bintang Republik Indonesia Adipurna, dan Bintang Republik Indonesia Adipradana.

Pada 10 Desember 1964, Jenderal Soedirman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 314 Tahun 1964. Dia juga lantas dipromosikan menjadi Jenderal Besar pada tahun 1997.

Kini kemasyhuran nama Jenderal Besar Soedirman banyak diabadikan dalam berbagai monumen bersejarah, museum, maupun nama-nama tempat lain. Hampir setiap daerah di Indonesia selalu memiliki jalan dengan nama Sudirman. Namanya juga tertulis harum dan terpatri abadi dalam sejarah Bangsa Indonesia.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL LAINNYA

Populer