Jumat Kelabu: Iran Tembak Dua Jet Tempur AS

Jet Tempur

MAKLUMAT — Serangan balasan Iran terhadap koalisi Amerika Serikat–Israel mencapai titik kritis, Jumat (4/4/2026). Teheran mengklaim menembak jatuh dua jet tempur canggih, F-15 di Iran Tengah dan pesawat A-10 Warthog di dekat Selat Hormuz, dalam rangkaian pertempuran yang disebut sebagai “Jumat kelabu bagi Amerika Serikat.”

Laporan media pemerintah Iran menyebut satu jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran tengah, memicu operasi pencarian dan penyelamatan oleh militer AS. Seorang pejabat AS dilaporkan Al Jazeera mengonfirmasi insiden tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan meningkatkan serangan terhadap fasilitas sipil dan pembangkit listrik Iran, meski mendapat peringatan internasional terkait potensi pelanggaran hukum humaniter. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut ancaman tersebut sebagai “pengakuan niat melakukan kejahatan perang besar-besaran”.

Donald Trump mengatakan bahwa jatuhnya jet tersebut tidak akan memengaruhi prospek pembicaraan dengan Teheran. “Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang,” kata Trump kepada NBC.

Pertahanan Udara Iran Klaim Superioritas

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataan resminya menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat berbagai target udara dalam satu hari operasi. Dua rudal jelajah dihancurkan di wilayah Khomein dan Zanjan. Selain itu, dua drone MQ-9 Reaper ditembak jatuh di Isfahan dan satu drone Hermes dihancurkan di Bushehr.

Baca Juga  Deklarasi Sarajevo: Seruan Kemarahan Moral Kolektif Atas Genosida Israel di Gaza

Dalam pertempuran terpisah, Iran juga mengklaim berhasil menjatuhkan jet tempur canggih milik musuh di wilayah tengah negara tersebut. Pilot dilaporkan belum ditemukan. Angkatan Darat Iran menambahkan bahwa pesawat A-10 Warthog milik AS dilacak dan ditembak sebelum jatuh ke perairan Teluk Persia.

IRGC menegaskan kemampuan pertahanan udara Iran terus meningkat melalui sistem terpadu canggih yang kini membuat wilayah udara mereka semakin sulit ditembus.

Eskalasi Konflik dan Serangan Balasan

Konflik meningkat sejak 28 Februari, ketika koalisi AS-Israel melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran. Hingga kini, tercatat sedikitnya 2.076 orang tewas dan lebih dari 26.500 luka-luka. Sebagai respons, Iran meluncurkan Operasi True Promise 4 dengan 93 gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas militer Israel serta pangkalan AS di kawasan Asia Barat.

Iran juga mengklaim pencapaian signifikan dengan keberhasilan menembak jatuh jet tempur siluman F-35—yang selama ini dianggap sebagai simbol supremasi militer udara AS. Selain itu, beberapa pesawat tempur lain seperti F-15, F-16, dan F-18 dilaporkan berhasil dicegat dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan Meluas ke Kawasan Teluk

Kuwait melaporkan fasilitas penting seperti pabrik desalinasi air dan kilang minyak menjadi sasaran serangan di tengah konflik yang meluas ke kawasan Teluk. Namun Iran membantah menargetkan fasilitas tersebut. Di saat bersamaan, Iran juga meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, memperluas skala konflik yang kini melibatkan berbagai front.

Baca Juga  Walk-Out di Sidang PBB, Simbol Perlawanan Global terhadap Israel

IRGC menyebut hari Jumat sebagai titik balik penting dalam perang ini, sekaligus menunjukkan bahwa dominasi udara AS tidak lagi tak tertandingi. “Langit Iran akan semakin tidak aman bagi agresor,” tegas pernyataan resmi IRGC.***