MAKLUMAT — Bupati Ngawi H Ony Anwar Harsono ST MH menghadiri dan membuka langsung Kajian Ramadan 1447 H bertajuk “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan“, yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi di Gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Ngawi, Sabtu (7/3/2026).
Hadir sebagai narasumber, antara lain Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tiimur Prof Dr dr Sukadiono MM, Ketua DPRD Ngawi yang juga Sekretaris LHKP PDM Ngawi Dr H Yuwono Kartiko SE MM, hingga Ketua PP Muhammadiyah Dr KH M Saad Ibrahim MA.
Mengutip Al-Quran Surat Ar-Rum ayat 41, Bupati Ony yang juga alumni IPM SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menegaskan bahwa manusia sebagai Khalifah harus sungguh-sungguh menjaga dan melestarikan alam.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah melalui berbagai sekolah dan madrasah yang dikelola organisasi tersebut di Kabupaten Ngawi, yang dinilainya telah dengan sangat bersungguh-sungguh menanamkan kecintaan alam sejak dini kepada murid-muridnya.
“Hal itu ditandai dengan prestasinya sebagai sekolah dan madrasah adiwiyata baik tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional,” ujar Ony dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM yang menjadi narasumber pada sesi kedua, memaparkan tugas manusia dalam mengejawantahkan hubungan religius antara agama dengan alam dan lingkungan. Sebagai Khalifah di muka bumi, tugas manusia ini melestarikan alam.
“Melestarikan dalam arti menanam, menjaga, memanfaatkan dengan cara yang baik” kata pria yang juga menjabat Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kemenko PMK itu.
“Contoh sederhana ibadah dengan alam itu adalah membuang sampah pada tempatnya” sambung Sukadiono.
Tak cuma itu, ia juga mengingatkan dampak dan akibat apabila manusia tidak merawat alam dengan baik, maka berbagai bencana dan musibah akibat kesalahan tersebut.
“Dan di beberapa tempat sudah terbukti. Kedahsyatan alam dalam musibah mampu memporak porandakan pembangunan yang sudah lama dirintis dan dilaksanakan” tandas Sukadiono.
Tugas Muhammadiyah berikutnya, lanjut dia, adalah melakukan inovasi dan improvisasi dalam menjaga keseimbangan alam. Termasuk menyusun langkah antisipatif dalam menghadapi bencana, di mana Muhammadiyah telah membuktikan diri dengan adanya MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan EMT (Emergency Medical Team) yang sudah mendapatkan pengakuan dari WHO.
Lebih jauh, Sukadiono juga menyampaikan refleksi ekoteologi dan kebencanaan dengan memberikan rekomendasi untuk PDM Ngawi. Pada sektor pendidikan, ia mendorong dibuatkannya kurikulum lingkungan hidup, mengikuti program sekolah/madrasah adiwiyata, hingga gerakan hemat energi.
Di sisi lain, dalam rangka mengintegrasikan kesehatan, Sukadiono menyebut perlu diciptakan pengelolaan limbah medis, green hospital, dan efisiensi energi serta air. Ia juga mendorong integrasi ekologi dalam tempat ibadah melalui konsep ekomasjid, bank sampah, hemat air wudhu, serta gerakan tanam pohon.














