Karenanya jadikan perayaan Kebangkitan Nasional untuk membangkitkan jiwa kebangsaan yang membawa Indonesia maju secara progresif. Jangan biarkan Indonesia berjalan di tempat hanya karena merasa sudah maju tetapi masih banyak aspek yang statis dan mungkin tertinggal dibanding negara-negara lain yang sudah maju, khususnya di ASEAN.
Memajukan Indonesia secara progresif perlu rancang-bangun yang komprehensif dengan agenda-agenda strategis yang terprogram sistematik berkelanjutan, bukan langkah sporadis. Indonesia perlu jelas arahnya menuju negara maju yang kokoh fondasinya serta terfokus tujuannya.
Tidak cukup negeri ini maju di aspek demokrasi formal, hak asasi manusia, dan pluralisme tanpa kemajuan yang signifikan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing tinggi. Kemajuan Indonesia tersebut juga mesti ditopang kualitas karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai dan etika luhur, selain kemampuan berkompetisi dan berdaya saing tinggi.
Seluruh komponen bangsa penting terlibat secara bersatu, tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi. Pemerintah penting menjadi aktor utama pembangunan kemajuan yang dapat dijadikan rujukan dengan konsep, pemikiran, dan arah yang jelas.
Semoga kesadaran untuk maju secara progresif dan tidak involutif itu menjadi spirit bersama pemerintah dan seluruh komponen bangsa. Masyarakat Indonesia juga penting menumbuhkan budaya maju dalam kehidupan sehari-hari seperti kebiasaan membaca, mengunjungi perpustakaan, memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai ruang berpengetahuan, dan sebagainya.
Seluruh proses dan peran segenap komponen bangsa dalam menciptakan kemajuan yang progresif tersebut tidak lain demi terwujudnya cita-cita nasional Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur yang diletakkan para pendiri negara tahun 1945.***













