Kenang Sosok KH Amal Fathullah Zarkasyi, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Memiliki Spirit Keumatan yang Kuat

Kenang Sosok KH Amal Fathullah Zarkasyi, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Memiliki Spirit Keumatan yang Kuat

MAKLUMAT — PP Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi pada Sabtu (3/1/2026), di RSUD Dr Moewardi, Solo.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya tokoh pesantren dan pendidikan Islam tersebut.

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, husnul khatimah,” ucap Haedar, dikutip dari Menara62 pada Sabtu (3/1/2026).

KH Amal Fathullah Zarkasyi, yang merupakan Guru Besar pertama Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), menurut Haedar adalah sosok pendidik sejati dan tokoh umat yang berpikiran maju.

Sepanjang hayatnya, almarhum mendedikasikan diri untuk membangun dan memajukan umat melalui pengembangan pendidikan Islam modern.

“Almarhum memiliki spirit keumatan yang kuat untuk memajukan umat dan bangsa melalui pendidikan Islam yang berkemajuan,” kenang Haedar.

“Nilai dan ikhtiar tersebut sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang mencerahkan,” imbuhnya mengenang KH Amal Fathullah Zarkasyi, yang juga pernah menjabat Rektor UNIDA Gontor.

Menurut Haedar, kiprah KH Amal Fathullah Zarkasyi tidak hanya berdampak besar bagi Pondok Modern Darussalam Gontor, tetapi juga memberi kontribusi penting bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia secara luas.

Ia menilai bahwa keteladanan, kesederhanaan, serta integritas keilmuan almarhum merupakan warisan berharga bagi generasi penerus.

Baca Juga  Puasa Melawan Angkuh Diri

Haedar menyebut, Persyarikatan Muhammadiyah juga turut merasakan kehilangan atas wafatnya KH Amal Fathullah Zarkasyi.

“Muhammadiyah turut kehilangan figur ulama dan pendidik yang bersahaja, berwawasan luas, serta menjadi teladan dalam mengabdikan ilmu untuk kemajuan umat dan bangsa,” pungkas pria yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.

*) Penulis: Ubay NA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *