MAKLUMAT — Ketua Fraksi Golkar DPR RI M Sarmuji meminta Negara hadir lebih kuat memastikan pekerja Indonesia tak tertinggal di tengah gelombang digitalisasi, otomasi, dan perubahan cepat dunia kerja yang terus membentuk wajah industri baru.
“Negara harus hadir memastikan pekerja tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Program pelatihan dan peningkatan keterampilan harus diperluas agar tenaga kerja kita mampu bersaing di tingkat global,” kata Sarmuji seperti dilansir laman Fraksi Partai Golkar, dikutip Senin(4/5/2026).
Menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Dunia kerja berubah cepat akibat kemajuan teknologi, sehingga pekerja membutuhkan adaptasi keterampilan agar tetap relevan dan produktif.
Harmoni Buruh dan Pengusaha
Selain peningkatan kompetensi, Sarmuji menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang sehat antara pekerja dan pengusaha.
Ia menilai kesejahteraan buruh tidak hanya bertumpu pada kenaikan pendapatan, tetapi juga lahir dari ekosistem kerja yang adil, terbuka, dan saling menghormati.
“Hubungan industrial yang sehat harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, dialog terbuka, dan kemitraan yang setara,” ujarnya.
“Pekerja dan pengusaha bukan dua pihak yang saling berhadapan, melainkan mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” lanjutnya.
Sarmuji juga mendorong penguatan dialog sosial tripartit yang melibatkan pekerja, pengusaha, dan pemerintah, baik di tingkat perusahaan maupun dalam penyusunan kebijakan nasional.
Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mencegah konflik industrial sekaligus melahirkan solusi yang berkeadilan bagi semua pihak.
Perlindungan Hak Pekerja
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak pekerja, mulai dari jaminan sosial, keselamatan kerja, hingga kepastian upah layak.
Pemerintah, kata dia, harus memastikan seluruh regulasi ketenagakerjaan ditegakkan secara konsisten dan adil agar buruh memperoleh kepastian hukum dan perlindungan yang memadai.
“May Day bukan hanya tentang memperingati perjuangan buruh, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan,” kata Sarmuji.
“Dengan kerja sama harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. ***












