KKN Mahasiswa Umsura Didorong Penguatan SDGs

Rektor Umsura, Prof Mundakir (kanan) saat melepas KKN mahasiswa dalam memperkuat SDGs. (Foto: Dok. Umsura)

MAKLUMAT – Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya melepas 1.292 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026, Kamis (2/7/2026).

Kampus telah membekali ribuan mahasiswa dengan paket penguatan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti yang terlihat dalam tema ‘Simfoni Inovasi: Berakar Lokal, Berdampak Global’.

Tema besar ini mahasiswa didorong tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi mengedepankan hilirisasi hasil riset mahasiswa. Terutama teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dan dibutuhkan masyarakat secara langsung.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Mundakir, menegaskan bahwa KKN merupakan komitmen universitas dalam mencetak lulusan. Umsura tidak mau alumni hanya memegang ijzah, tetapi dituntut memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa Umsura tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi harus bisa membawa inovasi yang bisa dirasakan masyarakat. Nah, KKN ini, riset dan inovasi mahasiswa harus berlanjut hingga ke desa-desa,” ujar Mundakir.

KKN, lanjut Mundakir, menjadi ruang aktualisasi kompetensi mahasiswa. Sebab, KKN tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan untuk membuktikan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan riset dan inovasi.

Baca Juga  Alhamdulillah, Universitas Muhammadiyah Surabaya Raih Akreditasi Unggul: Langkah Menuju World Class University

“Inilah aktualisasi nilai-nilai tridarma perguruan tinggi yang tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sosial,” tambahnya.

Prosesi pelepasan peserta KKN mahasiswa Umsura dilakukan di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13. Sejumlah petinggi kampus yang meliputi jajaran rektorat, dekan, serta para pejabat structural, termasuk anggota DPRD Jawa Timur Erick Komala turut hadir.

Di kesempatan ini, Kepala LRIPM Umsura, Arin Setyowati, menjelaskan bahwa KKN terbagi dalam sembilan wilayah, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Cakupannya meliputi Arab Saudi, KKN LEX Singapura, Surabaya, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, Probolinggo, dan Gresik.

“Pendekatan pelaksanaan KKN tahun ini kami perkuat. Jika sebelumnya lebih banyak menggunakan pendekatan design thinking, kini proses pendampingan diawali dengan tahapan empati,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mahasiswa memahami kebutuhan dan persoalan masyarakat sebelum merancang program kerja. Arin menegaskan metode ini menggali kondisi riil masyarakat, agar bisa menghasilkan solusi yang lebih relevan.

Sementara program KKN diarahkan untuk mendukung capaian SDGs. Terdapat poin yang diperkuat meliputi 1 (Tanpa Kemiskinan), tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Baca Juga  Mahasiswa KKN Umsida Gandeng PMI, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Kedungbocok

Poin terakhir yakni tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) juga diimplemntasikan. Kelima tujuan tersebut menjadi pijakan dalam penyusunan dan implementasi program kerja mahasiswa selama berada di lokasi KKN.