KKN UINSA Gelar Eco Kreatif, Anak-anak Desa Pucangro Lamongan Belajar Daur Ulang

Desa Pucangro

MAKLUMAT — Senyum tampak menghiasi wajah anak-anak di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Ahad (12/7/2026). Sebanyak 30 siswa SD dan MI mengikuti kegiatan Eco Kreatif yang digelar mahasiswa KKN 61 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Posko KKN, Jalan Teuku RT 02 RW 01, Desa Pucangro.

Sejak pagi, anak-anak memenuhi lokasi kegiatan dengan semangat. Mereka mengikuti setiap tahapan pembuatan karya, mulai dari menyusun daun di atas tote bag, memukulnya hingga membentuk motif alami, hingga merangkai gantungan kunci dari tutup botol bekas.

Tampak juga sesekali mereka saling menunjukkan hasil pekerjaan dan berlomba mencari ide agar karya yang dibuat tampil berbeda.

“Kegiatan ini berawal dari keinginan kami untuk memanfaatkan potensi alam dan barang-barang di sekitar desa yang sering diabaikan,” ujar Ketua KKN 61 UINSA Desa Pucangro, Muhammad Bimo Wijoyo.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menggabungkan dua aktivitas, yakni Eco Print yang memanfaatkan dedaunan sebagai motif pada tote bag dan Eco Craft yang mengolah tutup botol bekas menjadi gantungan kunci.

Hasil karya anak-anak dalam agenda Eco Kreatif. Foto: Dok. KKN 61 UINSA

Seluruh peserta merupakan siswa SD dan MI di Desa Pucangro yang selama ini aktif mengikuti program bimbingan belajar bersama mahasiswa KKN. Bimo menjelaskan bahwa acara dalam rangka mengajak anak-anak memanfaatkan waktu libur mereka dengan kegiatan produktif.

Baca Juga  Ipda Purnomo Pamit dari YouTube, Sebut Didatangi Pihak yang Cek Penghasilan

Kegiatan ini juga memperkenalkan cara sederhana memanfaatkan bahan alami dan limbah rumah tangga menjadi barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan cara itu, anak-anak diharapkan menyadari bahwa barang bekas tidak selalu berakhir menjadi sampah.

“Lewat Eco Kreatif yang berisi Eco Print dan Eco Craft, kami ingin mewadahi kreativitas anak-anak sekaligus menunjukkan bahwa karya yang menarik tidak harus dibuat dari bahan yang mahal, tetapi bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar,” ujarnya.

Mahasiswa sengaja memilih Posko KKN sebagai lokasi kegiatan agar mudah dijangkau peserta. Selama kegiatan berlangsung, mereka mendampingi anak-anak di setiap proses pembuatan karya.

Selain melatih kreativitas, pendampingan itu juga menjadi sarana mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Manfaatnya bukan hanya melatih motorik dan kesabaran anak-anak, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga karena mereka bisa membawa pulang hasil karya buatannya sendiri,” katanya.

Mereka berharap pengalaman tersebut dapat mendorong anak-anak membiasakan diri mengelola limbah rumah tangga secara sederhana. Kebiasaan itu diharapkan tumbuh menjadi bagian dari budaya menjaga lingkungan di Desa Pucangro.

Salah seorang peserta, Shakila, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia bahkan meraih penghargaan sebagai peserta dengan karya terbaik setelah menyelesaikan Eco Print dan Eco Craft bersama teman-temannya.

Baca Juga  Wong Lamongan: Antara Pecel Lele, Soto Ayam, Pesantren, dan Mental “Ora Ngisin-Isini”

Pengalaman membuat kerajinan dari daun dan tutup botol bekas menjadi hal baru baginya. Ia pun berencana menggunakan hasil karyanya untuk keperluan sehari-hari.

“Tadi bikin tas yang ditempel daun-daun, terus dipukul pakai palu supaya warnanya keluar. Habis itu bikin gantungan kunci dari tutup botol bekas. Senang sekali karena bikin sendiri bareng teman-teman. Tasnya nanti mau aku pakai buat bawa buku ngaji, kalau gantungan kuncinya mau dipasang di tas sekolah,” jelasnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki