Komisi IV DPR Minta Kementan Percepat Mitigasi Hadapi El Nino, Jaga Produksi Pangan Nasional

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, dalam RDPU bersama pejabat Eselon I Kementerian Pertanian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Foto: DPR RI)

MAKLUMAT — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta Kementerian Pertanian (Kementan) segera mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi dampak El Nino jelang musim kemarau 2026.

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi sejak dini sangat penting untuk menjaga produksi pangan nasional, sekaligus mencegah meluasnya risiko gagal panen di berbagai daerah.

Penguatan Infrastruktur Sumber Daya Air

Alex mengungkapkan pengalaman menghadapi El Nino pada 2015 harus menjadi perhatian serius pemerintah. Saat itu, luas lahan pertanian yang mengalami puso tercatat mencapai sekitar 217 ribu hektare, jauh lebih besar dibandingkan dampak El Nino pada 2023 maupun kondisi saat ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu, pemerintah perlu memprioritaskan penguatan infrastruktur sumber daya air sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

“Optimalisasi infrastruktur sumber daya air, antara lain rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan dan pemanfaatan embung, sumur bor, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta relokasi pompa air ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan juga harus diutamakan,” ujarnya, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pejabat Eselon I Kementerian Pertanian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga  Maklumat dari Presiden Prabowo: Pemerintah Akan Beli Seluruh Produksi Beras dan Jagung Petani

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti proyeksi perkembangan fenomena El Nino dan La Nina hingga Maret 2027. Mengutip data, Alex menyebut kondisi iklim diperkirakan masih berada pada fase El Nino dengan intensitas lemah hingga sedang. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah mitigasi yang lebih terukur sebelum dampaknya meluas ke sektor pertanian nasional.

Ia turut mendorong percepatan distribusi berbagai sarana produksi pertanian, terutama bagi daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan.

“Antisipasi juga diperlukan dengan cara akselerasi distribusi sarana produksi pertanian, antara lain benih atau bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga pakan ternak, khususnya bagi daerah yang berisiko tinggi terdampak El Nino,” tandas pria yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Sumatera Barat itu.

Penguatan Sistem Peringatan Dini BMKG

Di sisi lain, Alex menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini berbasis data dari BMKG. Berdasarkan informasi lembaga tersebut, musim kemarau 2026 telah dimulai sejak April di wilayah Nusa Tenggara Timur dan secara bertahap meluas ke sejumlah daerah lain, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Menurutnya, pemetaan wilayah rawan kekeringan perlu dilakukan secara cepat dan akurat agar pemerintah dapat memantau perkembangan produksi pangan nasional sekaligus mengambil langkah penanganan secara tepat waktu.

Baca Juga  Produsen Nakal Sudah Ditindak, Menko Pangan Zulhas: Semua Sudah Aman

“Memperkuat sistem peringatan dini berbasis data BMKG, dan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara tepat waktu, sehingga perkembangan produksi pangan nasional dapat terpantau,” pungkas Alex.