MAKLUMAT — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh melakukan konsolidasi organisasi dengan mengunjungi sejumlah daerah di wilayah Barat Selatan Aceh. Konsolidasi ini bertujuan memperkuat silaturahim kader sekaligus mengingatkan kembali arah gerakan Pemuda Muhammadiyah melalui konsep Empat Pilar Pemuda Negarawan sebagai fondasi ideologis organisasi. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari, Kamis–Rabu (5–11/2/2026).
Sebelumnya, pada masa tanggap darurat bencana 22–29 Desember 2025, PWPM Aceh telah lebih dahulu melakukan kunjungan ke wilayah Utara, Timur, dan Tengah Aceh, meliputi Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Ketua PWPM Aceh, Zul Hafiyan menegaskan bahwa konsolidasi ini tidak semata bersifat struktural, melainkan juga ideologis. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah perlu memastikan arah gerak organisasi tetap sejalan dengan nilai-nilai Persyarikatan di tengah dinamika dan tantangan zaman.
“Konsolidasi ini bukan sekadar kunjungan struktural, tetapi ikhtiar menyatukan kembali barisan kader agar Pemuda Muhammadiyah tetap hadir sebagai kekuatan moral, sosial, dan kebangsaan,” ujar Zul Hafiyan.
Berkunjung ke Daerah-daerah
Ia menceritakan bahwa rangkaian kunjungan dimulai dari Banda Aceh menuju Aceh Jaya. Dalam pertemuan dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Aceh Jaya, PWPM Aceh membahas pengelolaan aset Persyarikatan Muhammadiyah serta mendorong keterlibatan aktif kader muda dalam pengelolaannya secara bertanggung jawab.
Konsolidasi kemudian berlanjut ke Aceh Barat. Di daerah ini, PWPM Aceh mendorong penguatan program dan aktivitas kader agar organisasi tetap hidup, terawat, dan berkesinambungan, sekaligus menjaga kohesi internal organisasi.
Selanjutnya, PWPM Aceh bersilaturahim dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nagan Raya untuk membahas perkembangan organisasi otonom Muhammadiyah. Dalam pertemuan tersebut, PWPM Aceh menyampaikan rencana penerbitan Surat Keputusan Karateker serta meminta dukungan agar PDPM Nagan Raya segera melaksanakan Musyawarah Daerah guna memilih kepemimpinan definitif.
“Lalu di Aceh Barat Daya, PWPM Aceh menekankan pentingnya kemandirian ekonomi kader. Pemuda Muhammadiyah setempat didorong untuk mengembangkan usaha dan kegiatan kewirausahaan agar mandiri secara ekonomi dan berdaya secara sosial, sejalan dengan semangat Pemuda Negarawan yang tidak hanya kritis, tetapi juga produktif,” jelasnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Aceh Selatan. Di daerah ini, PWPM Aceh memastikan kesiapan kader dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan Persyarikatan melalui percepatan pengukuhan serta pelaksanaan rapat koordinasi. Langkah ini dimaksudkan untuk mengaktifkan kembali Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) agar tetap berada dalam satu barisan gerakan.
Penguatan Ideologi
Dalam setiap kunjungan, PWPM Aceh juga menyalurkan karpet masjid kepada PDPM yang dikunjungi. Penyaluran ini menjadi simbol pengingat tema Pengukuhan PWPM Aceh beberapa tahun lalu, “Memakmurkan masjid, mensejahterakan umat, dan Pemuda Negarawan untuk Aceh berkemajuan.”
Karpet masjid tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh kader Pemuda Muhammadiyah di Aceh untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat awal pergerakan mulai dari ibadah berjamaah, rapat organisasi, diskusi, pengajian, hingga berbagai aktivitas kepemudaan yang menopang gerakan Muhammadiyah.
Rangkaian konsolidasi PWPM Aceh selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Adapun Kepulauan Simeulue dan Kota Sabang direncanakan menjadi agenda prioritas konsolidasi berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PWPM Aceh terdiri atas Ketua PWPM Aceh Zul Hafiyan, Sekretaris PWPM Aceh Arif Pribadi, Wakil Ketua PWPM Sudarliadi dan Mulyadi M, Anggota KOKAM PDPM Banda Aceh Ade Firman, serta Pengusaha Muda Muhammadiyah Hasballah.
“Melalui konsolidasi ini, PWPM Aceh berharap Pemuda Muhammadiyah di seluruh Aceh semakin kokoh secara ideologis, tertata secara organisatoris, dan konsisten menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat dan masyarakat,” tandas Zul Hafiyan.













