Korban Meninggal di Aceh Tembus 47 Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi

Korban Meninggal di Aceh Tembus 47 Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi

MAKLUMAT – Dua hari setelah status tanggap darurat bencana ditetapkan, angka korban jiwa di Provinsi Aceh terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Sabtu (29/11/2025), total 47 orang meninggal dunia, 51 warga masih dinyatakan hilang, dan 8 lainnya mengalami luka-luka. Sementara jumlah pengungsi melonjak hingga 48.887 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. “Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers penanganan bencana di Sumatera dan Aceh, Ahad (30/11/2025).

Akses Terputus, Sejumlah Daerah Masih Terisolasi

Kerusakan jembatan dan jalan nasional menjadi kendala terbesar dalam penanganan darurat. Akses utama Banda Aceh–Lhokseumawe lumpuh total. Begitu pula jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. Beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah hingga kini masih belum bisa ditembus lewat jalur darat akibat material longsor dan banjir yang menutup jalan.

Kondisi ini membuat distribusi logistik dan pergerakan tim penyelamat terhambat. Sejumlah wilayah bahkan harus mendapatkan bantuan melalui jalur udara.

Komunikasi Darurat hingga Distribusi Logistik Udara

Untuk mengatasi putusnya jaringan telekomunikasi, BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat berbasis satelit Starlink di berbagai titik, terutama di wilayah yang benar-benar terisolasi. Sementara untuk logistik, pengiriman dilakukan melalui udara dengan helikopter dan pesawat Cessna Caravan guna menjangkau wilayah yang tidak dapat diakses melalui darat.

Baca Juga  Sebut Putusan MK Sudah Tepat, Perludem Nilai Partai Politik Diuntungkan Pemisahan Pemilu

Bantuan Presiden berupa perangkat komunikasi, tenda, genset, perahu karet, makanan siap saji, dan perlengkapan keluarga telah tiba di Aceh. Sebagian besar bantuan itu kini sudah didistribusikan ke 17 kabupaten/kota terdampak.

BNPB juga telah menerbangkan dua helikopter tambahan dari Bandara Sultan Iskandar Muda untuk mendukung distribusi logistik ke titik-titik kritis yang sampai saat ini paling sulit dijangkau.

Upaya pencarian, pertolongan, dan distribusi bantuan dipastikan akan terus berlangsung seiring perkembangan situasi di lapangan.***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *