MAKLUMAT — Rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), hingga Direktur Rumah Sakit dan Kepala Sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur melakukan kunjungan ke Guangzhou University, China, pada Senin (14/04/2026).
Kunjungan tersebut merupakan upaya penjajakan kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan pendidikan tinggi.
Kunjungan bertajuk “Deepening China-Indonesia Educational Exchange and Cooperation, Building a Bridge for Talent Cultivation” itu berlangsung di Meeting Room West Administration Building, yang disambut langsung oleh para pejabat struktural Guangzhou University.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat memperkuat kualitas pendidikan, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Kerja Sama Akademik Internasional
Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, mengungkapkan alasannya mengunjungi Guangzhou University, salah satunya lantaran peluang menjajaki kerja sama dan kemitraan strategis yang terbuka lebar.
“Kami memilih Guangzhou University sebagai tempat kunjungan karena kampus ini satu perguruan tinggi unggul di China yang mempunyai banyak program kemitraan yang ditawarkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut telah membahas dan menjajaki sejumlah program kemitraan strategis dengan Guangzhou University dalam bidang akademik (academic collaboration). “Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman mahasiswa,” terangnya.
Beberapa program yang disebut potensial antara lain: students exchange (pertukaran pelajar), credit transfer (rekognisi sks antar perguruan tinggi), dual degree (gelar ganda) pada program studi tertentu, hingga short course/summer program (program musim panas di China).
Hidayatulloh menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Kerja sama internasional seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan global mahasiswa dan dosen,” kata pria yang juga menjabat Wakil Ketua PWM Jawa Timur itu.
Kolaborasi Riset Internasional
Selain itu, Umsida juga membahas peluang kerja sama dalam kolaborasi riset internasional antara kedua institusi tersebut.
Kerja sama tersebut, kata Hidayatulloh, diarahkan pada penguatan publikasi dan inovasi. Beberapa kegiatan bersama yang bisa dilakukan antara lain: penelitian bersama (joint research), penulisan artikel bersama (co-authoring) pada jurnal internasional, hingga program hibah riset kolaboratif internasional.
“Beberapa kegiatan kerja sama tersebut difokuskan pada bidang-bidang potensial, seperti teknologi dan smart city, ekonomi digital, pendidikan, lingkungan, dan urban development,” terang Hidayatulloh.
Pengembangan Kapasitas Dosen
Tak cuma itu, Umsida dan Guangzhou University juga membahas peluang kerja sama untuk pengembangan kapasitas dosen.
Hal itu akan direalisasikan dalam berbagai kegiatan, seperti visiting professor, guest lecturer, sandwich program untuk dosen S3, postdoctoral collaboration, dan pelatihan metodologi riset dan publikasi internasional.
“Dosen harus terus berkembang, baik dalam penelitian maupun publikasi internasional, agar mampu bersaing di tingkat global,” tandasnya.
Program Bahasa dan Pertukaran Budaya
Kemudian, kerja sama pada bidang bahasa dan budaya juga menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut. Kegiatan dan program yang akan dilakukan meliputi program pembelajaran bahasa mandarin, pertukaran budaya Indonesia-China, serta pendirian pusat studi China (China corner).
“Ini adalah langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi,” pungkas Hidayatulloh.













