Kunjungi Jatim, Komisi V DPR RI Tinjau Terminal Purabaya, Jalan Berlubang, hingga Kesiapan Mudik Lebaran

Kunker Komisi V DPR RI di Jatim, Senin (23/2/2026). (Foto: Humas)

MAKLUMAT — Komisi V DPR RI memanfaatkan masa reses dengan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, termasuk meninjau kesiapan Terminal Purabaya, terminal bus tipe A terbesar di Jawa Timur, dalam menghadapi arus mudik Lebaran, Senin (23/2/2026).

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, disambut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Hj Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Toni Tauladan.

Usai peninjauan, rombongan melanjutkan agenda ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda Sidoarjo untuk menggelar rapat koordinasi percepatan infrastruktur dan transportasi di Jawa Timur. Dalam forum tersebut dibahas dukungan anggaran, sinkronisasi program, serta percepatan realisasi proyek infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas kunjungan pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang, semoga kunjungan kali ini akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program-program prioritas infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga  Gempa NTT, Pemerintah Diminta Perkuat Informasi Akurat ke Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Mimik juga mengungkapkan berbagai persoalan infrastruktur yang masih dihadapi daerahnya, seperti jalan rusak dan banjir yang kerap dikeluhkan warga.

“Hampir tiap hari kami menerima telepon dari masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan yang hadir di ruang rapat ini. Kami berharap ada dukungan penuh atas keluhan masyarakat kami, serta kemudahan akses transportasi di Kabupaten Sidoarjo,” kata Mimik.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan komitmen pihaknya untuk menampung aspirasi daerah dalam rangka percepatan pembangunan.

Ia menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus berupaya untuk mendorong percepatan pembangunan pada sektor-sektor yang menjadi kewenangannya, seperti perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta pembangunan desa dan daerah tertinggal.

“Melalui forum rapat ini kami berharap kelas jalan baik, kabupaten, provinsi dan kelas jalan nasional tidak ada yang berlubang lagi,” katanya.

“Sebab, misalnya terjadi lakalantas di area kelas jalan kabupaten yang bertanggungjawab bupati atau wali kota, begitu juga provinsi dan nasional. Oleh sebab itu melalui rapat koordinasi ini kita tampung aspirasi masyarakat mana saja yang perlu kita dukung,” sambung Ridwan.

Baca Juga  Baleg DPR Bakal Segera Bahas RUU Pemilu dan Pilkada

Di sisi lain, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang perekonomian kawasan timur Indonesia. Karena itu, ia menilai dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama dalam peningkatan kualitas dan kemantapan jalan nasional maupun provinsi.

“Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen,” sebutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah menyiapkan langkah antisipasi lonjakan arus mudik Lebaran, dengan proyeksi pergerakan jutaan penumpang melalui moda darat, laut, dan udara. Selain itu, Pemprov Jatim mendorong pengembangan transportasi massal di kawasan Surabaya Raya.

“Salah satu rencana strategis yang akan kita lakukan adalah proyek kereta rel listrik (KRL) Surabaya-Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pengembangan moda transportasi berbasis rel lainnya guna mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” terang Adhy Karyono.